​Lima Hektar Lahan Gambut Terbakar

​Lima Hektar Lahan Gambut Terbakar

  Selasa, 20 February 2018 11:00
GABUNGAN: Petugas gabungan Manggala Agni, BPBD melakukan pemadaman lahan gambut di Kelurahan Sedau. Ha/Pontianak Post

Berita Terkait

SINGKAWANG—Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Singkawang masih mencari tahu penyebab kebakaran di lahan gambut seluas 5 hektare di Jl Marhaban Dalam, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan terbakar, pada Minggu (18/2) sekitar pukul 18.00 WIB.  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Singkawang, Burhanuddin mengatakan, lahan yang terbakar merupakan milik warga setempat yang sudah ditanami nanas, resam, pakis dan kayu cengkodok.

Pihaknya masih mencari tahu apa yang menyebabkan kebakaran lahan tersebut. "Kondisi api masih hidup dan sedang dilakukan upaya pemadaman dengan memakai peralatan mekanik," ujarnya, Senin (19/2) kemarin. Adapun tim yang terlibat dalam pemadaman kebakaran tersebut, katanya, satu regu personil dari Manggala Agni, satu personil TNI, enam orang masyarakat setempat dan tiga orang dari BPBD Singkawang.

Dikesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Singkawang, Jayadi mengatakan, melihat situasi cuaca sekarang ini dia mengimbau kepada warga khususnya yang memiliki lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Imbauan ini sudah kami sampaikan berkali-kali setiap memasuki musim panas di setiap kecamatan yang ada di Kota Singkawang,” ujarnya.

Dimohon untuk masyarakat berhati-hati saat musim panas khususnya di wilayah gambut. “Upayakan untuk merubah kebiasaan bersih-bersih lahan dengan cara dibakar atau sambil merokok di lahan gambut. Karena hal ini dapat mengakibatkan kebakaran lahan,” ujarnya. Apalagi pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja, tentunya akan mendapat sanksi hukum yang setimpal sebagaimana yang sudah diatur dalam UU No.41 tahun 1999 (untuk pelaku pembakaran hutan) dan UU No.32 tahun 2009 (untuk pelaku pembakaran lahan). 

"Dalam UU ini disebutkan bahwa ancaman bagi pelaku yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dapat di penjara 15 tahun dan denda Rp5 miliar. Sedangkan ancaman bagi pelaku pembakaran lahan dapat di penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp3 miliar atau maksimal Rp10 miliar," jelasnya.

Sementara Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, api yang berhasil dipadamkan oleh anggota baru seluas 1,5 hektare lahan. “Sementara sisanya masih dalam upaya pemadaman,” jelasnya. Dalam pemadamannya, tim menggunakan peralatan seperti satu unit mark 3, satu unit nosel, dua alat manual, tiga Jet Shooter, 10 buah selang kirim ukuran dan satu buah selang isap. (har)

Berita Terkait