​Cek HIV Pranikah

​Cek HIV Pranikah

  Jumat, 11 January 2019 09:27

Berita Terkait

PONTIANAK - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Pontianak mengingatkan pasangan yang akan menikah memeriksakan dirinya ke puskesmas untuk mengantisipasi tertular virus HIV/AIDS.

Pemeriksaan itu dilakukan guna penanganan lebih lanjut jika salah satu dari pasangan yang akan menikah itu dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.

“Jika salah satu positif, jangan khawatir masih tetap bisa menikah, dan mendapatkan anak yang negatif HIV. Di Kota Pontianak sudah banyak, salah satu dari pasanganya positif HIV/AIDS tapi mereka punya anak dan negatif HIV/AIDS,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Pontianak Lusi Nuryanti usai bertemu Wakil Wali Kota di Kantor Wali Kota Pontianak, siang kemarin. 

Lusi mengakui bahwa fenomena saat ini HIV/AIDS menyasar ibu rumah tangga. Fenomena ini terjadi tidak hanya di Pontianak, melainkan skala nasional. Selain itu, pasangan homoseksual juga paling rentan mengidap virus HIV.

“Fenomena seluruh Indonesia, bergerak di ibu rumah tangga. Termasuk juga lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki, angkanya cukup signifikan,” sebut Lusi.

Ia mengakui menjadi pekerjaan rumah bagi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Pontianak untuk mengedukasi masyarakat guna menekan angka sebaran virus HIV.

Pada 2018, sebaran HIV/AIDS di Pontianak tercatat pada angka 105 kasus. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 150 kasus HIV/AIDS. “Harapannya terus turun dan bisa di bawah 100 kasus,” harap Lusi.

Lusi mengatakan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Pontianak sebagai bentuk koordinasi untuk penanganan kasus HIV-AIDS. “Wakil Wali Kota Bahasan selaku Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pontianak, sehingga perlu kami sampaikan pertumbuhan kasus dan temuan lainnya. Termasuk upaya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat,” jelas Lusi. 

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan perlu kerja sama semua pihak guna menekan tumbuhnya kasus HIV/AIDS di Pontianak. “Paling tidak edukasi dan sosialisasi harus terus digencarkan,” kata Bahasan. 

Menurutnya, kerja sama itu perlu dilakukan karena penularan HIV/AIDS sudah dari segala arah.

“Lingkungan keluarga yang semulanya mengira aman-aman saja ternyata ada anggota keluarganya mengidap HIV/AIDS,” kata dia.

Ia menambahkan salah satu yang harus diantisipasi ialah penggunaan narkoba. Menurutnya hal itu media penularan HIV/AIDS. 

“Jauhi narkotika dan lindungi keluarga dan orang terdekat kita dari narkotika. Semuanya sudah memahami bahwa narkotika juga menjadi media penularannya,” pesan Bahasan. (mse)

 

Berita Terkait