Zulfydar: Semua Orang Bisa jadi Juru Damai

Zulfydar: Semua Orang Bisa jadi Juru Damai

  Jumat, 20 Oktober 2017 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK – Ketua Forum Mediasi Kalimantan Barat Zulfydar Zaidar Mochtar mengisi Pelatihan Resolusi Konflik Jurusan Studi Agama-agama, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Pontianak, kemarin (19/10).  

Zulfydar Zaidar menyambut baik program ini. Menurutnya siapapun harus menjadi juru damai atau agen mediasi konflik. “Program pelatihan mediasi untuk indonesia atau di Kalimantan Barat atau daerah mana yang dianggap rawan konflik adalah mutlak untuk melaksankan pelatihan mediasi ini. Pemerintah, kampus dan masyarakat perlu menciptakan agen-agen untuk menjadi mediator di lingkungan masing-masing,” kata dia pelopor mediasi tradisional.

Dia juga memuji para peserta pelatihan. Menurutnya sebagian besar mahasiswa dapat mengikuti pola mediasi tradisonal dan cara penerapan nya menjadi seorang mediator. “Pola penerapan mediasi trandisional sangatlah mudah, tergantung dari bagaimana kasus konflik yang di hadapi upaya sangat gigih bagi calon mediator baik mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, PNS, TNI dan Polri,” kata dia.

Unsur terpenting dalam mediasi tradisional adalah deteksi dini untuk mencari akar permasalahan sebuah konflik. Bila akar masalah sudah didapatkan maka segera dipangkas sehingga tidak berkembang menjadi lebih besar. Selanjutnya tokoh-tokoh utama dibalik konflik tersebut harus dipertemukan untuk segera dicarikan solusinya.

Selain Zulfydar, kegiatan ini diisi oleh berbagai pakar dari akademisi hingga praktisi. Seperti tema Sejarah Resolusi dan Konflik  yang akan diisi Prof Dr Ikhsan Tanggok. Adapula tema Mediasi Konflik Tradisional (Teori dan Simulasi) oleh Ketua Forum Mediasi Kalbar Zulfydar Zaidar Mochtar, MM. Ada juga pemaran soal teori Mediasi  Pasca Konflik (Teori) oleh Dr Syarifah Ema Rahmaniah Junaidi Abidin MSi. (ars)

Berita Terkait