Zoda Robohkan Kanales

Zoda Robohkan Kanales

  Minggu, 3 April 2016 10:41
TAKLUK : Iwan Sniper Zoda petinju asal Indonesia (celana biru) berhasil menaklukan Szilveszter Kanalas petinju asal Hungaria di Air Force Boxing Championship 2016 di GOR Pangsuma Pontianak, Sabtu (2/4) malam. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Menang KO di Ronde 3

PONTIANAK-Pukulan Iwan Sniper Zoda yang mengenai rusuk Szilveszter Kanalas di ronde ke tiga, langsung merobohkan petinju asal Hungaria itu. Tak mampu melanjutkan pertandingan, akhirnya Zoda dinyatakan menang KO dan berhasil merebut gelar juara dunia IBF Youth kelas Terbang yang diselenggarakan Air Force Boxing, di GOR Pangsuma, Sabtu (2/4) malam.

Pantauan Pontianak Post, di ronde pertama Zoda terlihat masih mengikuti ritme permainan Kanales. Beberapa kali serangan dilancarkan Kanales di imbangi Zoda dengan beberapa balasan serangan. Ronde ke dua, Zoda mulai mencari titik kelemahan lawan. Agresifnya Kanales di ronde awal membuat Zoda mendapatkan gaya tinju Kanales. Ronde tiga, Zoda pun beraksi dengan melancarkan serangan. Terbukti, pukulan kanan petinju asal Kayong itu berhasil membuat Kanales jatuh, namun dia mampu bangkit untuk melanjutkan pertandingan. 

Melihat Kanales tersungkur ditambah suara teriakan penonton menyemangati Zoda, membuatnya menggebu untuk lekas mengakhiri pertandingan itu. Pukulan tangan Zoda di menit ke 2 detik ke 13 langsung merobohkan petinju Hungaria itu. Wasit Mohamad Rois dari Indonesia langsung menyatakan Kanales tidak dapat melanjutkan pertandingan hingga 12 ronde dan Zoda dinyatakan menang KO.

Usai pertandingan, Iwan Sniper Zoda tak menyangka dapat mengakhiri pertandingan melawanan Kanales secepat itu. Terbukti di ronde ke 3 dia dapat meng KO kan lawannya. “Target saya menang. Namun saya tidak tahu ronde ke berapa dapat menumbangkan Kanales. Intinya di tiap ronde saya mesti bermain baik,” ujarnya.     

Dituturkan Zoda, di ronde awal, Kanales agresif. Banyak pukulan yang di daratkan ke Zoda. “Di ronde awal saya menjajaki karakter dia. Saya mau melihat pukulan keras dia apa? Di ronde ke dua saya tahu pukulan keras dia dan saya mulai menekan. Di ronde ke tiga saya mengetahui kelemahan dari petinju Hungaria itu, dan saya terus menekan dengan hasil Kanales roboh,” ungkapnya,.

Usai kemenangan ini, ia berhasil menyandang gelar juara dunia IBF Youth kelas Terbang. Untuk selanjutnya, dia belum tahu lawan tandingnnya. Yang jelas, dia tetap berlatih untuk meraih gelar-gelar selanjutnya. “Karir profesional tinju saya telah memenangkan 8 pertandingan dari 9 pertandingan, dengan 7 kemenangan angka dan 1 KO,” ucapnya.

Di tempat sama, pelatih tinju Kanales, Zoltan Petranyi menuturkan penyebab kekalahan Kanales yang begitu cepat. Menurut dia, di awal pertandingan Kanales bermain bagus. Namun, kondisi suhu di tempat pertandingan terlalu panas bagi orang Hungaria, membuat stamina anak didiknya langsung menurun. “Suhu yang panas salah satu penyebab kekalahan Kanales. Suhu di Eropa dingin, Pontianak panas, ini yang membuat stamina Kanales turun, selain itu lawannya juga bagus,” ungkapnya.

Ronde ke dua, dia menyarankan Kanales untuk berhati-hati dengan serangan Zoda. Intinya jangan terlalu banyak melancarkan serangan, karena suhu panas dapat menurunkan stamina. Padahal, di Eropa Kanales sudah pernah bermain 12 ronde, namun di Indonesia berbeda. Jika ke depan dipertemukan kembali, Kanales siap, namun saat ini perlu banyak latihan, terutama kesiapan fisik.

Kanales salut dengan kemampuan Zoda yang dapat menumbangkannya di Ronde ke tiga. “Di ronde 1 dan 2 saya terus memberi perlawanan. Namun suhu yang panas membuat stamina saya cepat habis, dan itu tidak bisa dihindari. Saya terima kekalahan ini, namun jika ada pertandingan ulang saya mengaku siap melawan Zoda,” ucap Kanales.

Pelatih Zoda, Damianus Jordan yakin bahwa anak didiknya itu dapat mengalahkan Kanales. Melihat hasil ini, dia sebagai pendamping Zoda puas. Menurut dia, Iwan memang disiapkan untuk menjadi juara dunia. Untuk persoalan waktu, lebih cepat lebih baik. Mudah-mudahan ke depan akan banyak prestasi yang dapat diraih Zoda. “Usai kemenangan ini, kami belum ada target. Paling tidak Zoda tetap mempertahankan gelar atau mencari gelar juara dunia baru. Selain Zoda, saya lihat Muhamad Wahid memiliki potensi untuk menjadi juara dunia,” ucapnya yakin. 

Pertandingan tinju itu juga dihadiri anggota DPR RI asal Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa. Secara keseluruhan Iwan memiliki prospek untuk terus menggapai gelar tinju dunia baru. “Saya harap kemenangan ini dapat menjadi motivasi bagi putra-putri asal Kalbar untuk dapat meraih prestasi, sehingga dapat membawa nama Indonesia ke ajang internasional,” ucapnya.

Perasaan gembira tidak bisa disembunyikan Komandan Pangk6alan TNI AU (Danlanud) Supadio Pontianak, Marsekal Pertama (Marsma) Tatang Herlyansah. “Persiapan untuk melawan Kanales sudah dipersiapkan jauh hari. Bahkan Desember lalu Iwan juga bertanding, sehingga staminanya terlihat kuat, di tambah ia berlatih di Lanud Supadio bersama pasukan membuat staminanya kuat dan disiplin,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Tatang melihat kondisi fisik Iwan prima. Untuk ke depan, Iwan tetap berlatih dan jangan terlena dengan kemenangan ini. Karena mesti mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Diungkapkan dia, untuk merebut atau mempertahankan gelar tentu mesti melaksanakan pertandingan. Ada beberapa lawan tanding untuk Iwan. Salah satunya petinju dari Thailand. “Iwan akan tetap berlatih untuk mempertahakan gelar,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Bupati Kabupaten Landak, Adrianus Asia Sidot. “Saya lihat malam ini Iwan tampil luar biasa. Kini dia menyandang gelar juara dunia baru IBF usai mengalahkan Kanales di ronde ke 3,” ucapnya senang.

Mudah-mudahan prestasi ini dapat memacu prestasi petinju lain asal Kalbar agar bisa menyamai atau melebihi dari ke dua petinju terdahulu, yaitu Daud Cino Jordan dan Iwan Sniper Zoda. Agar tinju Kalbar semakin bergairah, dalam waktu dekat ini, ia akan menggelar tinju internasional di Kabupaten Landak.(iza) 

Berita Terkait