Zidane Setara Dengan Guardiola

Zidane Setara Dengan Guardiola

  Selasa, 20 September 2016 09:40

Berita Terkait

BARCELONA – Buat yang masih meragukan kemampuan melatih Zinedine Zidane bersama Real Madrid silahkan cabut kebimbangan itu. Setelah sukses memberikan trofi Liga Champion Undecima atau kesebelas musim lalu, Zidane mencatatkan satu prestasi penting lainnya. Menyamai rekor streak kemenangan Barcelona di era Josep Gardiola. 

Capaian ini jelas penting. Sebab apapun yang dicapai Barca, nama lain Barcelona, harus bisa dilakukan Real. Maka ketika rekor 16 kemenangan Barca periode 2010-2011 disamai Real periode 2016-2017 ini, bersoraklah Madridista,  Hala Madrid!

Korban streak kemenangan Real ke-16 adalah Espanyol, tim sekota Barcelona. Kemarin (19/9) di Stadion Cornella El Prat, Los Merengues, julukan Real, menang dengan skor 2-0. Kedua gol Real kemarin dikontribusikan James Rodriguez pada menit ke-45'+2' dan Karim Benzema (71'). 

Kepada Marca kemarin entrenador Real Zinedine Zidane berkata kemenangan kemarin memberikan kepercayaan diri buat para pemain. Tanpa dua motor serangan Gareth Bale juga Cristiano Ronaldo, Real tetap punya daya gedor yang maut. 

“Saya gembira karena pemain-pemain membuktikan kemampuannya merespon perubahan ini. Kini saya tahu kami punya 24 pemain yang kualitasnya setara,” ucap Zidane. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, melakukan rotasi pemain saat timnya menghadapi Espanyol. Zidane senang karena rotasi yang dilakukannya menghasilkan kemenangan. Meski Ronaldo dan Bale bisa saja dimainkan, Zidane tak mau mengambil risiko. Dia memilih untuk memasang Marco Asensio dan Lucas Vazquez sebagai pendamping Karim Benzema di lini depan. 

Di lini tengah, Zidane memilih untuk mencadangkan Toni Kroos dan menurunkan James Rodriguez sebagai starter. Namun, dia terpaksa memasukkan Kroos di babak pertama lantaran Casemiro mengalami cedera.

Sementara di lini belakang, Raphael Varane yang tampil pada laga melawan Sporting Lisbon kali ini duduk di bangku cadangan. Posisinya sebagai partner Sergio Ramos di jantung pertahanan Madrid digantikan oleh Pepe.

Perubahan susunan pemain itu tak menghalangi Madrid meraih poin penuh. Los Blancos mengalahkan Espanyol 2-0 lewat gol-gol James dan Benzema.

Kemenangan ini membuat Madrid masih sempurna di La Liga musim ini. Mereka mengumpulkan 12 poin dari empat laga dan kini memuncaki klasemen sementara, unggul tiga poin atas Barcelona dan Las Palmas.

"Ketika rotasi berjalan baik, Anda tentunya senang. Satu pemain masuk, satu lainnya keluar, dan semua orang tampil sangat baik. Kami akan selalu merotasi pemain, kami punya pemain-pemain berkualitas, dan kami akan terus melakukan hal ini," ujar Zidane di situs resmi klub.

"Saya punya 24 pemain dan mereka semua pemain berkualitas. Kami akan menjalani 60 pertandingan dan kami harus mengganti pemain di setiap pertandingan karena kami bermain setiap tiga hari. Semua orang bekerja dengan sangat baik dan berusaha keras," katanya.    

Masuknya James Rodriguez sebagai starter menggantikan Toni Kroos juga menjadi jawaban kalau Zidane masih menaruh kepercayaan besar kepada pemain timnas Kolombia itu. 

Nah, menyusul capaian Real yang menyamai streak kemenangan Barca, kiper Real Kiko Casilla mengomentari dengan pongah. Kata Casilla kepada Marca setaranya rekor kemenangan Barca dan Real tak berarti apapun seandainya Real tak menjaga tahtanya di pucuk klasemen. 

Pada 2010-2011, Guardiola membawa Barca menang 16 kali di La Liga dengan mencetak 60 gol dan kebobolan enam gol. Sedang Real 2016-2017 membukukan 51 gol dan dijebol 12 gol. 

Di sisi lain, James Rodriguez yang mendapat menjadi starter pertama kalinya musim ini berkata kepada AS akan terus bertarung untuk mendapatkan posisi inti. James sendiri tak pernah berbicara soal hengkang dari Santiago Bernabeu. 

“Saya ingin berada disini (Real,red.) untuk selamanya. Dan saya punya hubungan yang baik dengan Zidane dan seluruh anggota tim,” ujar James. “Kami adalah tim yang solid dan utuh,” tambah pemain berusia 25 tahun itu. 

Sementara itu, entrenador Espanyol Quique Sanchez Flores berkata kepada Marca skuadnya sudah mati-matian menghindari malu di depan kandang sendiri. Namun Real memang sukar diredam. “Gol di penghujung babak pertama membuat kami loyo,” aku mantan pelatih Watford tersebut. (dra)

Berita Terkait