Zetizen Writing Class With Bernard Batubara

Zetizen Writing Class With Bernard Batubara

  Selasa, 5 July 2016 10:53

Berita Terkait

ADA yang spesial dari ghatering Zetizen kali ini. Zetizen Kalbar menghadirkan penulis muda asal Kalimantan Barat, Bernard Batubara. Penulis muda yang dikenal melalui dua karyanya yang diadaptasi ke layar lebar yaitu Radio Galau FM (2012) dan Kata Hati (2013) ini memberi kelas menulis untuk gen Z Kalbar yang berhasil lolos seleksi syarat tertentu seperti memiliki point minimal 15 ribu dan telah mengunggah aksi positifnya di www.zetizen.com.
Acara yang diadakan pada Minggu, 3 Juli 2016 diikuti oleh 18 peserta yang sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan beberapa peserta di Graha Pena Pontianak Post yang lebih awal dari jadwal. Dibuka dengan keseruan games ‘tahu nggak sih?’ yang berisi pertanyaan seputar Bernard Batubara, peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan dari MC, siapa yang menjawab dengan benar berhak mendapatkan hadiah voucher menarik yang langsung diperoleh di tempat. Selain memberi wadah dan fasilitas anak muda Kalbar yang suka menulis, event ini juga bermaksud untuk menjalin tali silahturahmi antara gen Z Kalbar agar lebih akrab satu sama lain.
Writing Class diisi dengan pemaparan materi oleh Bernard Batubara selama kurang lebih dua jam diselingi dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Sebagai penulis fiksi, Bara memaparkan 6 hal penting dalam menulis atau bisa disebut dengan prinsip untuk membuat tulisan yang kuat dan berkesan, seperti simplicity (kesederhaan dalam berbahasa), freedom (kebebasan cara menulis), voice (karakter tulisan), inwardness (memperdalam karakter), artistry (menyerap pelajaran dari seni lain) dan observation (melihat hal sehari-hari lebih dekat). Dalam pemaparannya, Bara pun menciptakan satu plot cerita untuk peserta sehingga mudah diserap. Selain itu, pemilik blog www.bisikanbusuk.com ini juga memberikan 8 langkah penulisan yang bisa langsung diterapkan oleh peserta, mulai dari menciptakan ide hingga menjadi sebuah cerita yang menarik.


Bagian akhir kelas adalah bagian yang paling ditunggu-tunggu peserta apalagi kalau bukan doorprize buku ‘Jika Aku Milikmu’ yang ditandatangani langsung oleh sang penulis, Bernard Batubara. Wow, buku gratis dengan tanda tangan penulisnya langsung. Siapa sih yang nggak mau? Setelah melempar pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan, Bara pun memilih peserta untuk menjawab, Stella Ghassani menjadi peserta beruntung yang mendapatkan buku ke-8 Bara tersebut. “Senang banget! Bahagianya tuh kaya bertubi-tubi gitu. Udah dapat ilmu dapat pula hadiah buku dengan tanda tangan dan pesan singkat dari penulisnya langsungu,” ujar Stella bahagia.
Acara yang ditutup dengan buka puasa bersama ini berlangsung lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta dan Bara. “Aku nggak menyangka ternyata anak muda Pontianak banyak yang antusias menulis. Itu sangat berkesan buat aku. Harapannya sih penulis di Pontianak terus berkarya dan berkreasi membuat tulisan yang bagus dengan terus menerus memperluas wawasan,” ungkap cowok yang aktif bicara di beberapa event tentang penulisan kreatif di kampus dan komunitas ini.
So guys, mulailah menulis dengan sesuatu yang dekat dengan dirimu sendiri. Kalau Bernard Batubara si penulis asal kota Khatulistiwa saja bisa menjadi penulis ternama maka kita juga bisa seperti doi. Mengapa? Karena yang membatasi dirimu untuk berkarya itu bukan dimana kamu tinggal, tapi niat dari dalam dirimu sendiri. Let’s be creative, guys! (dee)

 

Berita Terkait