Yukkkk..., Ke Perpustakaan

Yukkkk..., Ke Perpustakaan

  Rabu, 14 September 2016 08:32   187

(Hari Kunjung Perpustakaan)

Anna Rosiyanti,S.Sos

Beberapa waktu yang lalu aku di ibaratkan seorang gadis kampung yang kurang gaul, tidak pandai berdandan, tidak punya teman yang banyak. Orang hanya akan menyapaku jika mereka memerlukan aku saja, maka saat itu baru mereka perhatian dan peduli padaku. Namun sekarang aku sudah pandai berdandan. Aku mulai sedikit genit untuk menarik perhatian mereka. Kupoles diriku dan kubedah disana sini, dimana ada yang kurang menarik aku rapikan agar lebih menarik. Aku sudah berbenah diri agar lebih cantik.  Aku tidak mau sampai orang tidak lagi mengenalku. Mereka harus tahu siapa aku dan dimana aku berada. Dan sekarang sudah banyak orang yang peduli dan perhatian padaku.  

Hari ini, tanggal 14 September 2016 aku merasa sangat cantik dan bahagia dan seharusnya semua orang datang mengunjungiku karena hari ini sangat istimewa bagiku “Hari Kunjung Perpustakaan” Dan aku berharap hari ini semua orang sudah tahu siapa aku dan dimana keberadaanku. Aku adalah Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Barat tepatnya aku berada di UPT Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat . Biasanya sih orang lebih mengenalku dengan Perpustakaan Provinsi

“ Selamat Hari Kunjung Perpustakaan” Tunggu dulu... ternyata teman-teman belum pernah mendengarnya ? Inilah salah satu yang mencerminkan citra perpustakaan di masyarakat Indonesia yang bisa jadi berawal dari rendahnya minat membaca kita. Benarkah ??? ( semoga tidak seperti itu). Ehh... ternyata Hari Kunjung Perpustakaan bersamaan juga loh dengan Bulan Gemar Membaca . Aduhhh.... kapan ya terakhir kali kita berkunjung ke perpustakaan ?  

Saat ini minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan mulai turun. Namun, disisi lain minat baca mengalami perbaikan.  Mirisnya minat membaca masyarakat bukan dengan membaca buku atau mengunjungi perpustakaan, namun mereka lebih aktif membaca berita atau informasi melalui gadget. Semua ini  akibat perkembangan dunia digital yang semakin pesat. “Kebanyakan masyarakat lebih gemar membaca  di media sosial dan situs internet ketimbang buku di perpustakaan,”  

Kenapa begitu...????  Bisa dikatakan internet merupakan penemuan yang sangat berpengaruh di dunia saat ini. Dengan internet kita bisa menjelajah seluruh dunia hanya dengan menatap monitor sambil mengetik sesuai apa yang kita butuhkan.  Kita tidak  perlu ke Jepang hanya untuk mencari tahu seperti apa bentuk bunga sakura. Akses internetpun kini semakin mudah, tidak hanya menggunakan komputer atau laptop saja . Smartphone dan gadgetpun bisa untuk mengakses internet. Sebagai orang yang berpendidikan seharusnya kita bijak untuk memanfaatkan internet kepada hal-hal yang positif. Memang sudah zamannya semua orang mau yang praktis saja sehingga malas untuk berfikir. Bukan saja remaja yang memanfaatkan kemudahan internet namun dari semua lapisan umur juga mengambil manfat dari semua itu. 

"Tidak bisa dipungkiri bahwa perpustakaan itu berbanding lurus dengan minat baca sebuah bangsa. Semakin populer sebuah perpustakaan di masyarakat, saya yakin minat baca masyarakatnya pasti tinggi." Ujar Trini Haryanti, Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia.

Hal yang disayangkan adalah saat ini wajib baca yang dulu pernah diberlakukan pada masa Hindia Belanda tidak diberlakukan lagi pada zaman sekarang. Perbandingan jumlah buku yang dibaca siswa SMA  di 13 negara termasuk Indonesia sebagai berikut. Di Amerika Serikat jumlah buku yang wajib dibaca sebanyak 32 judul buku, Belanda 30 judul buku, Perancis 30 judul buku, Jepang 22 judul buku, Swiss 15 judul  buku, Kanada 13 judul buku, Rusia 12 judul buku, Brunei 7 judul buku, Singapura 6 judul buku, Thailand 5 judul buku dan Indonesia 0 buku. “ Hal inilah yang pernah disebut oleh Taufik Ismail sebagai tragedi nol buku di Indonesia .“  

Perpustakaan merupakan wahana belajar dalam mengembangkan potensi masyarakat. Selain itu juga sebagai wahana untuk memajukan kebudayaan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Dengan adanya Hari Kunjung Perpustakaan diharapkan mampu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan perpustakaan dan menjadikan perpustakaan rumah kedua bagi masyarakat. Begitu sayang rasanya kalau kita tidak mau memanfaatkan perpustakaan yang sudah tersedia. Perpustakaan sebagai penyedia informasi harus terus dikenalkan kepada masyarakat agar keberadaanya dapat memberikan manfaat yang positif. Untuk itulah, yukkk.... ramai – ramai ke perpustakaan.