Yoga, Penyatuan Pikiran, Tubuh, dan Jiwa

Yoga, Penyatuan Pikiran, Tubuh, dan Jiwa

  Minggu, 9 Oktober 2016 13:58

Berita Terkait

Yoga sangat baik untuk tubuh dan pikiran. Peminatnya pun semakin banyak. Bahkan di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, olahraga ini mulai mudah ditemukan di pusat-pusat kebugaran. Mereka yang menghadiri kelas yoga terdiri dari berbagai kalangan. Dengan melakukan gerakan-gerakannya, diharapkan tubuh menjadi sehat dan bersemangat.

Oleh : Marsita Riandini

Saat ini yoga tak hanya sekadar olahraga, melainkan menjadi gaya hidup dan kebutuhan bagi mereka yang menginginkan tubuh sehat. Pelaku yoga disebut yogi. Selain dapat menyegarkan dan memberi ketenangan, yoga semakin menarik jika dilakukan bersama-sama.

Ada banyak gerakan pada yoga. Mulai dari gerakan yang mudah hingga yang sulit dilakukan. Lantas bolehkah mencoba sendiri gerakan yoga di rumah? Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi., Ch.t., Psikolog mengatakan bahwa pada dasarnya mudah tidaknya gerakan yoga tergantung kondisi fisik seseorang dan seberapa sering dia latihan. Itu sebabnya, dia menyarankan untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yoga sebelum berkonsultasi dengan pengajar yoga.

Maria terdaftar sebagai pengajar yoga resmi secara international. Ia pernah mengikuti latihan selama sebulan di India, negara asal yoga.  Berdasarkan pengalamannya, begitu banyak gerakan-gerakan yoga yang diajarkan.

“Kegiatannya full. Latihannya empat sampai lima jam sehari. Bangun pagi itu jam lima. Terus lanjut meditasi sampai jam enam. Setelah itu minum air jahe. Lanjut setengah tujuh gerakan yoga. Sebelum ikut kami sudah diberi tahu syaratnya harus bisa gerakan-gerakan tertentu. Sebab sayang kan sudah bayar mahal tapi tidak lulus,” papar Registered Yoga Teacher 300  dari Yoga Alliance America-Canada ini.

Dia mengatakan bahwa masyarakat Hindu di India memang memiliki kebiasaan melatih fisik dengan yoga. Selain gerakan-gerakan yoga, ada pula teknik diet yang diajarkan. “Kami saat itu diajarkan pula teknik diet. Banyak pantangannya. Jadi yoga itu sebenarnya kompleks. Kami tidak boleh minum kopi, membatasi gula, garam. Bahkan dihari tertentu tidak diberikan garam sama sekali,” terangnya berbagi cerita.

Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Ada gerakan-gerakan tertentu yang tidak bisa dilakukan seseorang karena kondisi tubuhnya yang tidak mendukung.

“Makanya sekalipun terlihat mudah, tetap konsultasikan dulu ke pengajar apakah bisa mencoba gerakan-gerakan tersebut atau tidak. Apalagi jika hanya mengikuti dari video saja dikhawatirkan malah berpengaruh pada kondisi fisiknya,” katanya.

Yoga merupakan gerakan penyatuan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Saat yoga tidak hanya fisik saja, tetapi ada proses penyatuan antara pikiran dan tubuh.

“Jika mampu berkonsentrasi dengan baik dan melakukan pose dengan tepat, akan memperoleh manfaat yang maksimal. Selain membuat seseorang menjadi lebih rileks, juga bermanfaat untuk melatih kelenturan tubuh, peregangan otot-otot tubuh, dan teknik pernafasan yang tepat,” jelasnya sembari menambahkan bahwa gerakan dasar yoga cukup banyak, apalagi ditambah dengan variasi gerakan.

Anda mungkin pernah melihat seseorang yang mampu melekukkan tubuhnya ke belakang. Ketika mencobanya, teranyata Anda tidak bisa selentur orang tersebut. Apakah gerakan yoga Anda tidak sempurna? Menurut Maria, sempurna tidaknya gerakan yoga seseorang bukan dipengaruhi bisa atau tidaknya mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh pengajar yoga. Tetapi konsep gerakan yoga yang sempurna masing-masing orang akan berbeda.

“Kenapa konsep sempurna gerakan yoga itu berbeda-beda bagi masing-masing orang. Sebab ini dipengaruhi oleh struktur tulang dan kondisi fisik seseorang. Mungkin dia tidak bisa selentur pengajar yoga, tetapi gerakan dia itu sudah sempurna karena sesuai kemampuan tubuhnya karena struktur tulangnya yang berbeda. Tetapi manfaat yang didapat sama. Intinya gerakan dilakukan benar dan tidak menyakitkan,” tuturnya. **

Berita Terkait