Yo, It’s Time to Fight!

Yo, It’s Time to Fight!

  Kamis, 3 December 2015 10:40

Berita Terkait

DIBESARKAN dalam keluarga single parent, Adonis Johnson Creed (Michael B. Jordan) tumbuh menjadi seorang yang memiliki karakter kompleks. Pada siang hari, dia hanyalah remaja biasa yang melakukan olahraga tinju sebagai hobi. Namun, saat malam, Adonis sering mengikuti ajang tinju ilegal di Mexico Illegal Circuit. Berbagai musuh pun dia hadapi. Tetapi, di pertandingan, musuh selalu mempunyai siasat dalam setiap serangan. Akhirnya, dia mengunjungi rival sekaligus sahabat ayahnya, Rocky Balbao (Sylvester Stallone).

Ayah Adonis, Apollo Creed, adalah mantan lawan dan teman Rocky yang meninggal di atas ring. Memang benar bakat seorang ayah akan terwariskan kepada anaknya. Adonis lantas ikut terjun dalam dunia tinju pada umur 20 tahun. Darah petinju mengalir deras ke seluruh tubuhnya. Dia memahami teknik tinju dengan cepat. Dengan bimbingan Rocky yang kini hidup seorang diri menjadi pemilik kafe di sudut kota, Adonis menghadapi lawannya di level lebih tinggi. Melihat semangat anak Creed, Rocky bersedia menjadi pelatih Adonis. Dengan berbagai gejolak batin dan ingatan seperti dirinya dulu, Rocky mengatasi semua kekurangan Adonis hingga dia siap menuju pertarungan yang lebih profesional.

Meski hanya merupakan spin off film seri Rocky, film itu mampu menyuguhkan kesan baru dan tak berlebihan mengekspos sang legendaris Rocky Balboa yang diperankan Stallone. Cerita makin kuat dan fresh berkat akting actor muda berkulit hitam, Michael B. Jordan, serta sentuhan sutradara Ryan Coogler. Adonis (Michael B. Jordan) adalah sosok petinju muda yang cukup ambisius. Untuk menyiapkan film tersebut, Jordan harus melakukan body building maksimal. Selain itu, Jordan diawasi langsung oleh lima petinju yang mengarahkan film tersebut. Yaitu, Tony Bellew, Andre Ward, Gabriel Rosado, Malik Bazille, dan Ty rone Crawley Jr.

Usaha Jordan juga dimbangi cerita dan arahan sutradara indie Ryan Coogler. Film itu adalah impiannya sejak lama, apalagi bermakna spesial bagi Coogler. “Ayahku merupakan salah seorang penggemar Rocky Balboa. Dia menangis saat menonton Rocky IV sewaktu aku masih kecil. Film ini adalah surat cintaku untuknya,” tutur Coogler kepada Deadline. Dia juga merasa bangga bisa menjalin kerja sama dengan bintang film ternama, Sylvester Stallone. Coogler merasa cukup bebas dalam mengeksplorasi cerita yang ingin dimasukkan dalam spin off Rocky tersebut.

Meski terlihat tua, Stallone tetap memiliki kelincahan tangan yang cukup kuat. Adison pun tak seperti dilatih seorang petinju yang berusia 60 tahun. Fight scene juga sangat balance dan mempunyai taste indie berkat sinematografi Maryse Alberti. Overall, film itu cocok banget buat penggemar Rocky. Dengan rating 8,9 dari IMDb, film tersebut siap “menggebrak” layar bioskop dengan adegan legendaris di atas ring. (*/det)

Spin Of Rocky Setelah Hampir Satu Dekade

CREED
Sutradara: Ryan Coogler
Produser: Robert Chartoff, Irwin Winkler, Sylvester Stallone
Studio: Chartoff- Winkler Productions, New Line Cinema
Distributor: Warner Bros, Metro Goldwyn Mayer

 

Berita Terkait