Yayasan Sultan Hamid II Perjuangkan Pahlawan Nasional

Yayasan Sultan Hamid II Perjuangkan Pahlawan Nasional

  Minggu, 17 April 2016 00:03
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Tengah) di Dampingi Max Jusuf Alkadrie (Kanan) beserta Istri.

Berita Terkait

JAKARTA - Yayasan Sultan Hamid II bertemu dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kantor Kementerian Sosial di Jakarta, Jumat (15/4). Dari yayasan hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan yang juga Asisten Pribadi Sultan Hamid II (SH II), Max Jusuf Alkadrie didampingi Ny Yeti Alkadrie, dan Ketua Umum Yayasan Anshari Dimyati. Kemudian Sekretaris Umum Yayasan SH II  Turiman Faturrahman Nur dan praktisi media Nur Iskandar. Pihak Yayasan SH II Menjelaskan tentang perjalanan perjuangan pengusulan SH II sebagai pahlawan nasional.

"Sudah seharusnya Sultan Hamid II dijadikan pahlawan nasional atas jasa-jasanya kepada bangsa ini" kata Max Jusuf. Max mengatakan, SH II merupakan perancang lambang negara RI "Elang Rajawali Garuda Pancasila" dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika 11 Februari 1950. "Masih banyak lagi jasa beliau untuk bangsa dan negara. Sudah seharusnya beliau dijadikan pahlawan nasional oleh pemerintah." ujar Max Jusuf. Menteri Sosial meresponpositif dan siap memberikan bantuan sesuai dengan prosedur yang berlaku. karenanya, Khofifah mengusulkan agar semua persyaratan administratif dilengkapi, seperti rekomendasi gubernur Kalimantan Barat, serta pengantar dari Dinas Sosial Kota Pontianak. 

"Saya menyambut positif langkah ini" kata Khofifah mengenai seminar nasional tentang naskah akademik usulan lambang negara karya SH II. Khofifah pun memfasilitasi seminar yang dianjurkannya digelar di Jakarta. 

Sultan Hamid II adalah Sultan ke-VIII dari Kesultanan Kadriah Pontianak 29 Oktober 1945-1978 yang memiliki nama lengkap Abdul Hamid Alkadrie. Sultan Hamid II pernah menjadi Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat pada 1947-1948. Beliau juga dikenal cerdas, dengan memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran dengan pangkat terakhir mayor jenderal (1942) dan menguasai beberapa bahasa asing. Dia juga diplomat cerdas, salah satu tokoh penting nasional dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan RI 27 Desember 1949 bersama rekan sejawatnya, Soekarno, M Hatta, M Natsir dan Anak Agung Gede Agung. Sultan Hamid II juga merupakan Ketua Bijeenkomst Federale Overleg/Musyawarah Istimewa Kaum Federan dan Strategi Konseptor Negara Federal dalam Konseptor Negara Federal dalam Konfferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. SH II adalah saksi pelantikan Sukarno sebagai Presiden RI di Sitinggil, Yogyakarta 17 Desember 1949.

Berdasarkan Keputusan Presiden RIS nomor 2 tahun 1949, SH II diangkat sebagai Menteri Negara RIS. Dalam kedudukannya, SH II ditugaskan Presiden Soekarno merancang lambang negara RI dan menyiapkan gedung parlemen. SH II adalah sang perancang lambang negara RI "Elang Rajawali Garuda Pancasila" dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, 11 Februari 1950. (Ody/Rry)

 

Berita Terkait