Yayasan Media Insan Dirikan SMPIT

Yayasan Media Insan Dirikan SMPIT

  Sabtu, 30 January 2016 09:49
TIANG PERTAMA : Sekda Kapuas Hulu di dampingi sejumlah pimpinan SKPD Kapuas Hulu saat penancapan tiang pertama pembangunan SMPIT Kapuas Hulu. MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Untuk yang pertama kali di Daerah Kapuas Hulu, dibangun sekolah menengah tingkat pertama Islam Terpadu (SMPIT) oleh Yayasan Media Insan. Kamis (28/1) siang kemarin, Sekertaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri menancapkan tiang pertama pembangunan gedung SMP IT di Jalan Banin, Teluk Barak, Keluarahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan.

Disela-sela penancapan tiang pertama SMPIT, Sekda menyampaikan apresiasi pada yayasan karena sudah membantu Pemkab Kapuas Hulu dalam memajukan pembangunan bidang pendidikan. Setelah sebelumnya SDIT, sekarang membangun SMPIT. “Semoga melalui sekolah ini bisa menghasilkan siswa/siswi yang berkualitas,” ungkap Sukri yang di dampingi sejumlah pimpinan SKPD Kapuas Hulu.

Dikatakan Sukri, Pemkab berharap SMPIT tak semata menerima siswa-siswi dari kaum Islam, pelajar yang diluar itu juga harus diterima. Sebab pendidikan tidak terbatas untuk kalangan tertentu. Tetapi bisa berlaku bagi semua golongan atau suku-agama apapun. “Hal yang tidak boleh adalah memaksa seseorang untuk masuk agama tertentu, kalau sekedar pendidikan tentu sah-sah saja,” ungkapnya.

Sukri berharap yayasan lain yang bergelut di bidang pendidikan bisa bertindak serupa, menghadirkan fasilitas pendidikan. Seperti yayasan Media Insan yang mendirikan SMPIT yang mempunyai akses keluar negeri untuk mendapat pendanaan pembangunan gedung dan kegiatan penyelenggaraan pendidikan. “Ini perlu didorong.Supaya yayasan lain juga bisa melakukan hal yang sama,” kata Sekda.

Pemerintah, kata Sukri, terbatas untuk membantu swasta membangun sekolah. “Untuk membantu sekolah negeri saja agak kewalahan, anggaran kami terbatas. Karena itu Pemkab juga belum bisa membangun gedung-gedung yang bagus, apalagi membantu pihak swasta,” ucapnya. Terkait tenaga pendidik (guru) di sekolah SMPIT tersebut, menurut Sekda itu tergantung dari pihak yayasan terkait.

“Jika meminta bantuan kepada Pemkab, tentu akan dibantu tenaga pendidikanya. Sesuai dengan sumberdaya manusia yang ada,” ujar Sukri. Ketua Yayasan Media Insan Kapuas Hulu, H. Juremi mengatakan, untuk konsep bangunan gedung SMPIT tahap awal sebanyak 5 lokal. Selanjutnya dibangun ketingkat dua atau tiga, sebab konstruksi bangunan yang sudah diseting untuk tingkat tiga.

Juremi mengaku pendirian sekolah ini memang ada donatur dari Arab Saudi yang membantunya. Target siswa dalam satu kelas terdiri dari 25 siswa, 25 siswi. Sehubungan masukan Sekda, untuk pelajar dari non Muslim, Juremi menegaskan akan menawarkan pada masyarakat. “Kalau ada yang berminat tentu silahkan, namun pendidikan didalamnya tetap sesuai konsep SMPIT,” jelasnya.(aan)

Berita Terkait