Yayasan Dimas Kanjeng Lapor Divpropam

Yayasan Dimas Kanjeng Lapor Divpropam

  Selasa, 27 September 2016 09:30
DITANGKAP : Dimas Kanjeng saat masih memperagakan keahliannya. Kini ditangkap lantaran diduga terlibat pembunuhan.

Berita Terkait

Ajak Presiden dan Kapolri Saksikan Penggandaan Uang

JAKARTA— Drama kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi kian panjang. Yayasan Dimas Kanjeng melaporkan Polda Jawa Timur karena dianggap melakukan kekerasan dalam penangkapan terhadap pimpinan padepokan Dimas Kanjeng. 

Ketua Yayasan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim menuturkan bahwa pihaknya datang ke Mabes Polri untuk melaporkan terkait penangkapan yang dirasa berlebihan beberapa waktu lalu. ”Sebab, sebenarnya posisinya yayasan sedang berunding dengan Polres,” tuturnya.

Namun, secara mendadak 2 ribu personil Polda Jatim dan Polres Probolinggo mendatangi pesantren. Hal tersebut membuat keributan dan seakan-akan pemilik pesantren seperti teroris. ”Ini sangat berlebihan,” paparnya.

Bukankah Dimas mangkir dua kali dari pemanggilan polisi? Dia menjelaskan bahwa sebenarnya bukan mangkir, melainkan Dimas sedang dalam kondisi sakit. ”Makanya, harus dibicarakan dulu,” tuturnya.

Terkait dugaan pembunuhan itu, lanjutnya, pihak yayasan telah menyerahkannya pada kuasa hukum dan kepolisian. Namun, tentunya semua itu harus dibuktikan. ”Kami serahkan kalau kasus dugaan pembunuhan,” jelasnya.

Dalam drama penangkapan itu juga muncul isu lain yang sangat merugikan. Yakni, Dimas dianggap melakukan penggandaan uang. Hal tersebut sangat tidak benar. ”Sama sekali tidak ada penggandaan uang,” ujarnya.

Menurutnya, kalau ada penggandaan uang, tentunya ada penggalangan dana dari masyarakat. Apa yang dilakukan Dimas, sama sekali tidak menggalang dana masyarakat. ”Dia tidak mengambil uang orang,” tuturnya.

Untuk membuktikan kebenaran tersebut, maka Dimas mengajak semua pihak untuk meyaksikan sendiri bagaimana cara membuat uang itu. ”Kami mengajak presiden dan kapolri kalau memang tidak percaya, dia tidak menggandakan. Silahkan lihat sendiri, ini karomah,” jelasnya.

Sebelumnya, Dimas ditangkap 2 ribu personil Polda Jatim dan Polres Probolinggo. Dia diduga menjadi dalang pembunuhan dua pengikutinya. Motifnya, karena pengikutnya bisa merekrut santri lebih banyak. (idr)

Berita Terkait