Yamaha Hentikan Paceklik Kemenangan

Yamaha Hentikan Paceklik Kemenangan

  Kamis, 13 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Pedrosa Ingin Puaskan Fans di Kandang

MOTEGI-- Bagi juara dunia MotoGP 2015 Jorge Lorenzo balapan GP Jepang akhir pekan ini akan dicatatnya dalam sejarah karirnya. Tahun depan dia tak bisa lagi menyebut Sirkuit Motegi sebagai balapan kandang timnya karena akan berseragam merah bersama Ducati. Untuk alasan itu pula pembalap Majorca itu berambisi memberikan kesan yang tak terlupakan di seri ke-15 kalender balap musim ini.

Momennya juga pas. Yamaha sedang berambisi menghentikan masa packlik kemenangan di tujuh seri terakhir. Yamaha memenangi lima dari tujuh balapan pembuka musim ini. Tiga disumbangkan Lorenzo dua lainnya dari Valentino Rossi. Namun pabrikan berlogo garpu tala itu tak pernah lagi merasakan podium tertinggi setelah victory terakhir di GP Catalan.

Setelah menghabiskan seluruh karirnya di MotoGP bersama Yamaha, Lorenzo memutuskan hengkang ke Ducati. Di Motegi, dia sudah menang dua kali. ''Kita kini memulai bagian paling berbeda dari musim ini. Mungkin bagian paling mendebarkan lantaran tiga balapan akan dilangsungkan secara beruntun. Jadi secara fisik dan mental menuntut totalitas dari pembalap,'' ucap pembalap yang baru menjajal mobil Mercedes Formula 1 di Silverstone tersebut dilansir Crash. 

Di Motegi Lorenzo punya catatan hebat. Tiga kali kemenangan sudah dicatatnya sejak naik ke kelas premium. Yakni 2009, 2013, dan 2014. Secara desain sirkuit Motegi motor Yamaha juga lebih cocok ketimbang Honda. ''Aku suka Jepang dan sirkuit ini karena orang-orangnya. Ini benar-benar balapan kandang,'' cetusnya.

Dengan gelar juara dunia sudah hampir pasti menjadi milik bintang Repsol Honda Marc Marquez pertarungan sengit masih terjadi antara duo Yamaha.  Rossi saat ini unggul 14 poin dari Lorenzo, dengan 100 poin yang masih tersedia, persaingan posisi runner up masih terbuka lebar.

''Akhir pertempuran masih cukup jauh. Jadi kami harus melanjutkan balapan dengan upaya yang paling maksimal, kompetitif, dan berusaha untuk menang lagi,'' terangnya. ''Dan aku ingin melakukannya di balapan kandang,'' tegas rider yang tidak diijinkan Yamaha turun dalam uji coba post season besama Ducati di Jerez tersebut.

Ambisi yang sama juga diletupkan Valentino Rossi. Tiga balapan beruntun dengan Jepang sebagai pembukanya menjadi penyulut semangat. ''Di atas kertas kami kuat dengan Yamaha. Jadi aku berharap bisa bertarung untuk menang di Motegi,'' kata rider berjuluk The Doctor itu.

Sama dengan Lorenzo, Rossi juga sudah menang tiga kali di Motegi. Yakni 2002, 2003, dan 2008. Kemenangan terakhir sudah lama sekali, delapan tahun lalu. ''Aku berada pada kondisiku yang terbaik untuk tiga balapan beruntun,'' yakinnya.  

Sebenarnya, Motegi lebih tepat adalah balapan kandang Honda. Karena sirkuit yang dinamakan sesuai lay out-nya Twin Ring itu dibangun Honda pada 1997 sebagai upaya pabrikan “Sayap Mengepak” itu untuk membawa IndyCar Series ke Jepang. Namun sirkuit yang secara desain sangat teknikal itu justru cocok dengan motor Yamaha YZR-M1.

Hanya Daniel Pedrosa, rider Repsol Honda saat ini, yang pernah menang di Motegi. Yakni pada musim 2011, 2012, dan terakhir musim lalu. Sementara Marquez sang juara dunia dua kali belum sekalipun pernah menaklukkan Motegi. ''Aku punya catatan bagus di sana (Motegi). Jelas kami ingin mendapat hasil bagus di hadapan fans kami,'' jelas Pedrosa.

Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah berusaha mencari setingan bagus sejak latihan bebas Jumat. Karena di Motegi banyak area yang bisa menjadi kelemahan Honda. Terutama urusan akselerasi di tikungan. ''Yang terpenting adalah menemukan kombinasi antara ban dan motor, lalu dengan gaya balapku. Semuanya sudah harus bisa dicoba dengan baik sejak Jumat,'' terangnya.  (cak)

Berita Terkait