Yakin Bandara Aman

Yakin Bandara Aman

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:32

Berita Terkait

PONTIANAK – General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Kubu Raya, Bayuh Iswantoro meyakinkan, Bandara Supadio siap menghadapi keadaan darurat. Bayuh menyebut, bandara aman dan nyaman bagi para penumpang. "Hal itu bisa kita lihat bersama dari keberhasilan latihan Penanggulangan Keadaan Darurat di areal bandara," katanya di Bandara Supadio, Kamis (20/10) lalu.

Menurut Bayuh, keberhasilan latihan PKD menunjukkan Bandara Supadio sudah memiliki standar PKD. Selain itu, personal terkait di Bandara Ngurah Rai juga memiliki kualifikasi di bidangnya.  "Selait itu, alat-alat yang kami miliki juga terbukti berfungsi dengan baik," terang Bayuh.

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat di Bandara Ngurah Rai, digelar Kamis pagi. Latihan  dilakukan dengan simulasi sejumlah adegan yang mengancam keamanan bandara dan penumpang. Simulasi pertama ialah adanya pesawat gagal landing, yang kemudian dengan sigap ditangani oleh petugas keamanan tim pemadam kebakaran, Badan SAR di Bandara Supadio. Para korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Adegan kedua adalah terjadi ketegangan di terminal bandara. Dalam adegan ini, para keluarga korban berusaha menerobos masuk ke areal landasan untuk memastikan keselamatan keluarganya. Petugas keamanan bandara dengan sigap menenangkan para keluaga korban.

Simulasi PKD di Bandara Supadio, disaksikan oleh ratusan penumpang yang dengan sabar mengikuti simulasi, khususnya pada sesi penyelamatan korban pesawat yang tergelincir. Petugas penerangan bandara, berulang-ulang mengumumkan, kalau sedang ada kegiatan simulasi PKD, agar penumpang memaklumi kalau perjalanan mereka terganggu.

Ia secara pribadi memuji aksi para karyawannya dalam kegiatan simulasi itu. Dia yakin betul, apa yang dipraktikkan oleh jajarannya hari itu bisa dilaksanakan dengan baik di waktu yang lain.

Selama dua tahun terakhir, keadaan darurat seperti yang tergambarkan dalam skenario tidak pernah terjadi sebuah yang terjadi di Bandara Supadio Pontianak. Akan tetapi, latihan penanggulangan keadaan darurat tetap dilakukan untuk menguatkan performa personilnya dan kerja sama dengan instansi terkait. Serta, meningkatkan fungsi komando, koordinasi dan komunikasi dalam tanggap darurat. “Selama ini tidak pernah, dan semoga tidak akan pernah ada bencana dalam penerbangan di Indonesia,” harapnya. (mif)

Berita Terkait