Wisatawan Rusia Nilai Indonesia Destinasi Baru

Wisatawan Rusia Nilai Indonesia Destinasi Baru

  Kamis, 24 March 2016 20:02

Berita Terkait

JAKARTA -- Bagi wisatawan Rusia, hanya ada dua tempat favorit untuk menikmati matahari; Turki dan Rusia. Tapi kini tidak lagi.
Mikhail Kuritsyn, ketua Asosiasi Bisnis Indonesia-Rusia, mengatakan wisatawan dari negeri Beruang Merah kini mempertimbangkan Indonesia sebagai tempat menikmati matahari.
"Rusia butuh Indonesia sebagai destinasi baru untuk menggantikan Mesir," kata Kuritsyn.
Kuritsyn tak menyebut alasan spesifik mengapa wisatawan Rusia tak lagi berbondong-bondong ke Mesir dan Turki untuk menikmati matahari. Yang pasti, semua itu disebabkan perubahan politik dunia.
Hubungan diplomatik Moskwa-Ankara belum pulih, menyusul penembakan pesawat tempur Rusia di perbatasan Turki-Suriah. Wisatawan Rusia juga ogah menyambangi Mesir, setelah insiden pemboman pesawat oleh ISIS tahun 2015.
Situs resmi Kedubes Indonesia di Moskwa memberitakan Kuritsyn yakin kelak akan ada penerbangan langsung Moskwa-Jakarta, atau Moskwa ke kota-kota di Indonesia lainnya.
Kuritsyn yakin kemudahan transportasi ini akan memikat wisatawan Rusia untuk datang ke Indonesia.
Berbeda dengan Kuritsyn, Svetlana Pyatikhatka -- direktur eksekutif Asosiasi Wisatawan Dunia Tanpa Batas -- mengatakan resor Asia tidak bisa sepenuhnya menggantikan Turki dan Mesir karena terlalu jauh.
"Penerbangan Moskwa-Jakarta memakan waktu delapan jam, dengan harga tiga kali lipat," kata Pyatikhatka. "Namun, bagi penduduk Trans-Ural dan Timur Jauh, tur ke negara-negara Asia lebih murah dibanding ke Mesir dan Turki."
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut gembira rencana pembukaan penerbangan langsung Moskwa-Jakarta. "Ini kabar baik," katanya.
Namun Menpar Arief Yahya tidak bisa memastikan kapan akan mendorong Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung ke ibu kota Rusia.(r)

Berita Terkait