Wisata Taman Mangrove Polaria Diresmikan

Wisata Taman Mangrove Polaria Diresmikan

  Jumat, 17 November 2017 10:00
PERESMIAN: Ketua TP-PKK Kabupaten Mempawah, Hj Erlina Ria Norsan, SH, MH menggunting pita pada peresmian Taman Mangrove Polaria.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Terinspirasi dari Probolinggo

MEMPAWAH - Dalam upaya mendukung Pemerintah Kabupaten Mempawah menggali potensi wisata, Pemerintah Desa Mendalok mengembangkan Taman Mangrove Polaria Tanjung Pagar. Objek wisata alam hutan mangrove tersebut diresmikan Asisten II Setda Pemerintah Kabupaten Mempawah, Ismail, Kamis (16/11) pagi.

Tak hanya pejabat Pemerintah Kabupaten Mempawah, peresmian taman mangrove tersebut juga dihadiri pejabat Pemerintah Kota Pontianak dan Pemprov Kalbar. Mulai dari Asisten II Setda Pemerintah Kabupaten Mempawah, Ketua TP-PKK Kabupaten Mempawah, Hj Erlina Ria Norsan, SH, MH, Pemerintah Kota Pontianak yang diwakili Elvira Hamid, Dinas BSBPL dan lainnya.

Kepala Desa Mendalok, Ilham M Amin mengungkapkan salah satu gagasan pembangunan Taman Mangrove Polaria Tanjung Pagar tersebut terinspirasi dari kegiatan kunjungan yang dilaksanakannya di Purbolinggo, Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Ide membangun taman mangrove ini berawal ketika saya diajak Pak Teddy Prawoto (Pejabat Dinas BSBPL Kalbar) berkunjung ke salah satu tempat wisata hutan mangrove di Probolinggo. Dari sanalah inspirasi itu dimulai,” kenang Ilham.

Dalam kunjungan itu, lanjut Ilham, dirinya melihat dengan detail lokasi hingga pernak-pernik yang menghiasi taman mangrove hingga menjadi daya tarik wisata. Sepulangnya dari Probolinggo, dirinya pun berinisiatif untuk mewujudkan taman mangrove di Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit.

“Setelah saya perhatian, ternyata hutan mangrove yang ada di Desa Mendalok tidak kalah dengan di Purbolinggo. Saya pun semakin termotivasi untuk mewujudkan konsep taman mangrove yang menarik untuk dikunjungi masyarakat,” tuturnya.

Untuk mewujudkan keinginan itu, Ilham pun mengumpulkan seluruh elemen masyarakat termasuk para pemuda di Desa Mendalok. Mulai dari perencanaan konsep hingga pekerjaan dilapangan semuanya dilakukan secara swadaya masyarakat Desa Mendalok.

“Alhamdulillah, dengan menggunakan dana desa sebesar Rp 52 juta menjadi modal pembangunan taman mangrove. Kemudian untuk membangun fasilitas dan lainnya hingga Taman Mangrove Polaria Tanjung Pagar dapat terealisasi totalnya kurang lebih Rp 90 juta dana yang dihabiskan,” ucapnya.

Kedepan, Ilham mengharapkan peran aktif dan dukungan Pemerintah Kabupaten Mempawah beserta seluruh elemen masyarakat lainnya untuk menjaga, merawat dan mempromosikan Taman Mangrove Polaria agar dikenal masyarakat luas. Agar semakin banyak masyarakat yang berkunjung dan menikmati kesejukan hutan mangrove di Desa Mendalok itu.

“Kami juga mengharapkan kerjasama dari rekan-rekan media untuk mempublikasikan dan menyampaikan kepada masyarakat tentang keberadaan taman mangrove polaria ini,” harapnya.

Ditempat yang sama Bupati Mempawah, Ria Norsan yang diwakili Asisten II, Ismail menyambut baik diresmikannya Taman Mangrove Polaria Tanjung Pagar di Desa Mendalok. Sebab, keberadaan taman mangrove tersebut semakin menambah ikon objek wisata alam di Kabupaten Mempawah.

“Setelah diresmikan maka taman mangrove ini harus dikelola dengan baik dan maksimal. Sehingga, taman mangrove ini tidak hanya menjadi objek wisata melainkan juga dapat mengedukasi pengunjungnya,” pesan Ismail.

Lebih jauh, Ismail pun menyarankan agar Pemerintah Desa Mendalok senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dinas pariwisata dalam upaya pengembangan taman mangrove polaria. Hal itu sangat penting agar keberadaan objek wisata alam ini dapat berkembang.

“Maksimalkan tiga fungsi taman wisata mangrove ini. Yakni fungsi hutan, ekosistem dan ekonomi,” pungkasnya.(wah)

Berita Terkait