Wisata Sumbar Bidik Pasar Semenanjung Melayu dan Timur Tengah

Wisata Sumbar Bidik Pasar Semenanjung Melayu dan Timur Tengah

  Selasa, 17 May 2016 13:53
Kawasan wisata Mandeh, Sumatera Barat.

Berita Terkait

SETELAH menetapkan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai destinasi wisata halal, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana membangun propinsi ini untuk pasar Semenanjung Melayu, China, dan Timur Tengah.

Hiramsyah Sambudhy Taib, ketua Pokja 10 Destinasi Prioritas, mengatakan langkah pertama yang sedang dilakukan adalah membangun akses dari Bandara Padang ke Mandeh dan Sungai Nyalo.

"Kami juga meninjau Carocok, Painan, dan Sungai Nyalo, sehari setelah rapat koordinasi yang memutuskan Sumbar sebagai destinasi wisata halal," kata Hiramsyah.

Menurut Hiramsyah, posisi Mandeh sangat bagus dan layak disebut Raja Ampat-nya Sumatera Barat. Keindahan kawasan bisa dinikmati sepanjang 218 kilometer menuju kawasan.

"Yang dimiliki Sumbar tidak hanya pantai, tapi dataran, gunung, dan perbukitan hijau," kata Hiramsyah. "Ada Taman Nasional Kerinci Seblat, Cagar Alam Koto XI Tarusan, dan rawa gambut."

Menurut Hiramsyah, potensi itu layak ditawarkan ke wisman Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Khusus Timur Tengah, pasar kawasan ini 140 juta wisman per tahun.

Total outbond China 110 juta per tahun. Ia juga mengatakan 50 juta penduduk Muslim China adalah pasar yang besar.

"Kami juga sudah memikirkan bagaimana membuka penerbangan langsung dari Kuala Lumpur dan Singapura ke Padang," kata Hiramsyah. "Saya yakin tidak akan sulit membujuk wisman Malaysia dan Singapura untuk datang ke Padang, karena adanya kedekatan budaya, yaitu Melayu."**

Berita Terkait