Wisata Lokal Menjadi Lahan Uang

Wisata Lokal Menjadi Lahan Uang

  Senin, 2 May 2016 11:39
WISATA LAUT: Pulau Lemukutan menjadi salah destinasi wisata di Kalbar. Keindahan karangnya menjadi surga bawah laut. Namun masih banyak destinasi wisata di Kalbar lainnya yang belum tergarap maksimal. SINKA FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Membuka bisnis perjalanan wisata sangat menjanjikan. Apalagi ditunjang letak geografis Indonesia yang menyajikan eksotika alam semakin memperbesar peluang bisnis ini. Wajar saja bisnis ini kian tumbuh setiap tahunnya.

Ramses L Tobing

BANYAK wirausaha melirik potensi wisata sebagai lahan bisnis. Keuntungan sangat menjanjikan, sebab siapapun butuh piknik untuk melepaskan penatnya rutinitas pekerjaan. Jadi, tidak heran jika usaha ini dapat ditemukan di berbagai kota besar sampai kota kecil. Termasuk di Kota Pontianak, Singkawang serta kabupaten lainnya di Kalbar.

Meski tumbuh subur, tidak banyak wirausaha menawarkan paket perjalanan wisata lokal. Padahal spot-spot wisatanya tidak kalah menariknya dengan daerah luar.

Misalnya menikmati karang atau bermain dengan ikan nemo di Pulau Lemukutan atau Kabung Kabupaten Bengkayang. Keindahan danau yang kaya akan flora dan fauna hanya ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan bermain arung jeram pun tidak harus ke Bali lagi. Justru ada di Kecamatan Sanggau Ledo di Kabupaten Bengkayang.

Wirausaha muda yang jeli melihat peluang ini adalah Yudi Prasetya. Pria berusia 26 tahun ini adalah Owner Sinka Tour & Travel. Bisnis ini dibangun sejak empat tahun terakhir.

Berawal dari komunitas yang berisikan orang-orang yang suka dengan wisata. Yudi sapaan akrabnya sukses mengubahnya menjadi bisnis yang menjanjikan. Meski tidak mudah, pengalamannya selama bekerja di hotel sebagai modal untuk mengembangkan bisnis ini.

Awal mula ketertarikannya menggeluti bisnis ini karena melihat usaha serupa tumbuh pesat di Kota Pontianak. Sementara Singkawang memiliki spot wisata alam cukup banyak, justru tidak banyak usaha serupa. Belum lagi pelajar yang ingin berkunjung ke luar harus memakai biro jasa di tempat tujuan mereka berangkat. “Kenapa tidak kami saja yang memberikan jasa itu. Awalnya komunitas kemudian berubah menjadi badan usaha,” kata Yudi.

Sebagai komunitas, Yudi harus mengumpulkan tim yang memiliki misi sama sekaligus memiliki keterampilan khusus. Dari hobi travel, bisa outbond, kemampuan bahasa asing baik dan bisa menjadi MC.

Berbagai macam keahlian itu bisa digunakan ketika bisnis ini mulai dijalankan. Namun Yudi tak menampik peran serta pemerintah setempat dan masyarakat yang membuat sinka tour & travel semakin dikenal. “Kami ingin mendongkrak dunia pariwisata di Kalbar termasuk di Singkawang,” ujar dia.

Paket yang ditawarkan tidak hanya wisata budaya. Justru ada juga paket lainnya, seperti wisata bahari, alam, perkotaan. Itu semua banyak di daerah-daerah lokal di provinsi ini. Konsep yang dibangun Yudi menawarkan wisata lokal, sebab biayanya lebih murah. Jika ada informasi spot wisata lokal maka disimpan, baru kemudian disurvei untuk dijadikan paket wisata.

“Jika tempat itu berpotensi maka bisa ditawarkan. Tinggal dipoles lagi akan lebih bagus. Misalnya dengan menjalin kerjasama dengan masyarakat setempat. Begitu juga dengan pemerintah agar tidak saling merugikan,” tuturnya.

Yudi tak melupakan media sosial sebagai sarana mempromosikan paket wisatanya. Namun promosi dari mulut ke mulut juga dilakukan sebagai gambaran kualitas pelayanan yang diberikan memberikan kesan yang baik.

Karena itu meskipun harga yang ditawarkannya lebih tinggi, Singka Tour & Travel tidak pernah sepi konsumen. Paling banyak Yudi dan tim pernah menangani 155 orang yang membutuhkan jasanya.

Selain Yudi ada juga Muhammad Syarif Nurul Hidatullah yang membangun bisnis serupa. Borneoliketrip namanya. Membangun brand wisata lokal untuk ditawarkan bagi mereka yang butuh piknik.

Caul sapaan akrabnnya baru setahun terakhir membangun bisnis ini. Dia tertarik karena sesuai dengan hobinya yang suka pergi ke berbagai tempat wisata. “Dapat ide ini ketika ke Pulau Lemukutan. Alamnya bagus dan kenapa tidak buka trip perjalanan kesana saja,” kata dia.

Sejauh ini ada dua pulau yang menjadi tujuan wisata Borneoliketrip yakni Pulau Randayan dan Lemukutan. Menurutnya beberapa spot lain juga akan dibuka setelah tim dari borneoliketrip melakukan survei.

Sama dengan yang lainnya, Caul mengungkapkan media sosial adalah sarana promosi untuk mengenalkan bisnis ini ke konsumen luar. Dari sinilah satu persatu konsumen mulai masuk. Sebab bisa saja mereka yang sudah memakai jasa dari tim Borneoliketrip menceritakan kualitas pelayanan yang dirasakan.

Caul mengklaim jika bisnis yang ditawarkannya ini berbeda dengan yang lainnya. Meskipun bisnis yang melirik wisata lokal juga belum banyak di provinsi ini. Perbedaan yang dimaksud Caul, tidak hanya sekedar menawarkan paket wisata.

Justru konsumen juga diajak menjaga kelestarian wisata provinsi ini. Misalnya ketika snorkeling di Pulau Lemukutan konsumen diminta tidak menginjak terumbu karang. “Kami selalu ingatkan jika snorkeling itu berenang bukan berjalan. Jadi jangan injak terumbu karang,” kata dia.

Meski baru Caul berharap bisnis ini bisa tumbuh besar. Sebagai pengelolanya keinginan Caul tidak semata-mata uang. Dia justru berkeinginan wisata Kalbar bisa dikenal masyarakat luas.

Sebab masih banyak spot-spot menarik lainnya yang belum tergali. Jika dikelola dengan baik tidak menguntungkan biro jasa saja. Justru pemerintah dan masyarakat setempat ikut merasakan imbasnya. (*)

Berita Terkait