Wisata Halal Pontianak Masih Jauh

Wisata Halal Pontianak Masih Jauh

  Selasa, 14 November 2017 10:00

Berita Terkait

Kesadaran Masih Minim

PONTIANAK – Meski sangat berpotensi, wisata halal di Kota Pontianak belum terlihat maksimal. Kesadaran terkait hal ini bagi sebagian kalangan dianggap belum terlalu penting.

Pegiat Halal dari Muslim Food Indonesia (MFI), Rafli Maulana menilai pariwisata halal di Kota Pontianak sangat besar. Bahkan sektor ini menurutnya dapat memperbesar pendapat daerah. Kuliner halal menurutnya menjadi salah satu yang paling potensial.

“Pertumbuhan usaha kuliner di pontianak sudah berkembang dengan pesat, kuliner menjadi bisnis yang menjanjikan terutama di kalangan muda,” ungkapnya kepada Pontianak Post, belum lama ini.

Namun potensi ini, kata dia tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk-produk halal. Hal ini menurutnya diakrenakan kurangnya pemahaman dan edukasi terkait hal ini.

“Kurangnya  informasi serta lemahnya edukasi membuat kehalalan menjadi pilihan nomor 2, misalnya dalam memilih produk makanan, padahal kita berpenduduk mayoritas Islam,” terangnya.

Masyarakat yang belum memperhatikan aspek kehalalan ini, lanjutnya, juga secara langsung berdampak bagi kalangan pengusaha. Dampaknya, para pelaku usaha tidak menunjukkan antusiasmenya untuk mendapatkan label halal dari MUI. Disamping itu, edukasi serta himbauan terkait pentingnya sertifikasi halal masih sangat minim.

Tercatat hingga Oktober 2017 lalu, ada sekitar 200 yang saat ini masih mengantongi sertifikasi halal. Untuk rumah makan sendiri hanya 7 yang telah mengantongi sertifikasi halal. Untuk restoran hotel juga belum ada yang memiliki sertifikat halal.

Padahal pertumbuhan usaha di Pontianak, utamanya usaha restoran setiap tahunnya mengalami kenaikan. “Tentu ini jumlah yang sangat sedikit dengan pertumbuhan usaha rata-rata 50 usaha resto per tahun,” sebutnya.

“Masih sedikitnya produk Halal bersertifikasi di Kota Pontianak juga membuat pariwisata halal kurang berkembang di Kota Pontianak,” lanjutnya.

Sejauh ini, tambahnya, melalui MFI yang berdomisi di Kota Pontianak telah mengupayakan agar geliat halal tumbuh di kota ini. MFI hadir untuk menjadi mitra masyarakat dan pemerintah melakukan edukasi-edukasi halal kepada pengusaha terutama dan masyarakat luas pada umumnya.

“Hal ini dilakukan agar tingkat kesadaran akan pentingnya halal meningkat, sehingga potensi potensi pariwisata halal dapat dikembangkan secara maksimal,” tutupnya.(sti)

Berita Terkait