Winnie di Balik Mischka Aoki

Winnie di Balik Mischka Aoki

  Minggu, 15 November 2015 09:43

Potensi orang Indonesia di bidang fashion tidak bisa diremehkan. Siapa kira salah seorang anak bangsa, Winnie, telah menciptakan luxury brand for children yang bernama Mischka Aoki. Lini fashion itu sudah menjadi langganan anak-anak selebriti dunia.

 

PERNAH melihat foto Kourtney Kardashian menggendong putrinya, Penelope, dalam perayaan Paskah di New York pada 31 Maret 2013? Penelope mengenakan gaun bunga-bunga dream of a thousand flowers dari Mischka Aoki. Gaun seharga USD 1.273 atau sekitar Rp 17 juta tersebut dikenakan dengan apik oleh Penelope.

Gaun itu diciptakan oleh tangan dingin Winnie. Dia sebenarnya tidak pernah bermimpi menjadi seorang desainer kelas dunia. Tapi, fashion memang sangat melekat dalam dirinya. ”I love fashion all my life. Fashion adalah hobi saya,” papar alumnus

SMAK St Louis 1 Surabaya tersebut. Hingga sekitar tujuh tahun lalu, Winnie punya

anak perempuan yang dinamai Mischka Aoki. Dia merasa tidak cocok dengan baju-baju anak di pasaran. Gayanya terlalu biasa. Lalu, mulailah Winnie mendesain sendiri baju untuk Mischka. Tak dikira, banyak yang menanyakan di mana Winnie membeli baju itu. ”Saya mulai berpikir, I like doing this. Saya juga sudah merasa bosan dengan aktivitas saya saat itu,” ucap perempuan yang menyebut tempat tinggalnya di berbagai negara yang memiliki jaringan Mischka Aoki itu.

Label Mischka Aoki lahir di Perth, Australia, pada 2009. Saat itu Winnie telah menetap di Perth. Awal mendirikan, Winnie hanya merekrut lima pegawai. Karya Winnie terus bersinar. Banyak di-review di media. Dia diundang untuk fashion show tunggal

di Perth Fashion Week. Semua itu berlangsung dalam waktu kurang dari satu tahun.

Tak butuh waktu lama untuk memasuki pasar Eropa dan Amerika. Pada 2010, Mischka Aoki mendapat undangan di London dan New York. Selanjutnya masuk department store ternama Harvey Nichols London. Sejak itu, semua berlangsung cepat. Hingga Mischka Aoki diterima di premium department store berbagai negara.

Tentu tidak mudah masuk pasar dengan kelas sosial tinggi seperti itu. Tapi, menurut Winnie, semua itu hasil dari keseriusan kerja kerasnya. Pada 2011, untuk kali pertama gaun Mischka Aoki dikenakan anak selebriti dunia. Yaitu, anak Kourtney Kardashian yang bernama Penelope Kardashian Disick. ”Waktu itu Penelope masih berusia sembilan

bulan. Dia memakainya untuk pemotretan Kardashian family Christmas card 2011,” papar Winnie, yang lahir di Malang, Jawa Timur.

Baju-baju Mischka Aoki terus dikenakan oleh anak-anak selebriti lainnya. Ada buah hati Beyonce, putrid Victoria Beckham, anak Sarah Jessica Parker, putrid Katie Holmes, anak Jessica Alba, dan lainnya. Banyak pula baju yang dipesan untuk acara kebangsawanan dunia. Mulai bangsawan Eropa, Timur Tengah, hingga Brunei Darussalam. Tak ketinggalan, pelanggan yang merupakan orang-orang penting suatu negara. Dari Rusia, Italia, Amerika, juga tentunya Indonesia. Misalnya cucu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Almira Tunggadewi Yudhoyono, dan anak Dian Sastrowardoyo,

Ishana Ariandra Nariratana Sutowo.

Tersedia di banyak negara, harga baju-baju Mischka Aoki tetaplah sama. Yakni, USD 1.500 atau sekitar Rp 20 juta hingga USD 18.500 atau setara dengan Rp 250 juta. Dengan harga tersebut, Winnie menyadari bahwa para klien sangat mengawasi setiap detail

dan kualitas produknya. Winnie menjaga betul kepercayaan pembeli dengan tetap melakukan pengawasan ketat. Misalnya dengan quality control (QC) yang terdiri atas tiga bagian. Yaitu, bagian desain, bagian produk, dan finishing. Dengan begitu, Mischka Aoki bisa selalu menjaga kualitasnya sebagai high-end brand.

Apakah ingin memperluas ranah bisnis ke fashion dewasa? Menurut Winnie, hal tersebut bisa saja terjadi. Apalagi, saat ini sudah banyak klien yang mencoba memesan gown custom. Namun, Winnie menolaknya dengan alasan masih ingin berfokus pada busana anak dan remaja perempuan. Lagi pula, selama ini Mischka Aoki tidak menerima design by custom. Pembeli hanya bisa memilih ready stock. Mischka Aoki hanya me-launching dua kali koleksi dalam setahun. Yaitu, spring summer collection dan fall winter

collection. Tetapi, ada beberapa klien eksklusif yang meminta secara custom desain untuk mereka sendiri maupun anaknya. ”Tentunya kami punya kriteria untuk menerima

permintaan mereka. Selain harga yang jauh lebih tinggi, mereka juga harus terdaftar dalam daftar klien reguler kami,” ungkapnya.

Winnie tidak memungkiri, apa pun yang berhubungan dengan Mischka Aoki adalah yang

eksklusif, premium, dan limited edition. Tapi, itulah yang menjadi pembeda Mischka Aoki dengan brand baju untuk si kecil lainnya. Berkat konsistensinya, dia bisa menembus pasar luar negeri. Menjadi seperti sekarang, menurut Winnie, tidak hanya membutuhkan bakat dan desain yang baik. Diperlukan juga sikap dan mentalitas yang siap. Hal itu meliputi kedisiplinan dalam mencapai deadline, selalu tepat waktu, punya komitmen tinggi, dan profesional. ”Buatlah target dan cobalah untuk selalu meraihnya. Be different, be perfectionist, dan pantang menyerah,” ujar Winnie, memberi saran. ”Nothing is impossible,” imbuhnya. (ina/c11/ayi)