Winglet Biangkerok Spinning

Winglet Biangkerok Spinning

  Sabtu, 30 April 2016 09:18
MotoGP

Berita Terkait

Penggunaan winglet pada motor MotoGP ditunjuk sebagai biangkerok buruknya performa ban belakang Michelin di GP Jerez (24/4). Lantaran memberikan tekanan lebih besar pada roda depan, penggunaan winglet diyakini berdampak pada berkurangnya cengkeraman ban belakang pada aspal.

Balapan Jerez yang dimenangi bintang Movistar Yamaha Valentino Rossi tersebut diwarnai keluhan dari sebagian besar rider bahwa roda belakang mereka terlalu sering mengalami spin. Piero Taramasso dari Michelin menyebutkan setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi munculnya masalah tersebut.

Pertama permukaan aspal Jerez yang memang kurang kuat cengkeraman pada roda. ''Jerez memang perlu diaspal ulang,'' katanya dilansir Motorsport. Itu diperparah dengan tingginya temperatur udara saat balapan yang mencapai 40 derajat celsius.

Kedua adalah faktor winglet.  ''Kami mencatat bahwa motor yang dilengkapi winglet lebih sering mengalami masalah spinning dibandingkan yang tidak,'' jelasnya. Winglet, lanjutnya, memproduksi tekanan pada suspensi depan hingga 4 milimeter. Lalu melahirkan ketidak seimbangan yang berdampak pada berkurangnya tekanan pada roda belakang.

Ketiga adalah faktor ban Michelin sendiri. Taramasso menyatakan tidak akan menimpalkan kesalahan pada faktor eksternal saja, tapi juga mengevaluasi performa bannya. ''Kami mengumpulkan data tentang apa yang terjadi di Jerez untuk memperbaiki produk kami. Karena nanti di Barcelona kita juga akan menemukan karakter aspal yang sama dengan daya cengkeram rendah (seperti di Jerez),'' sebutnya.

Setelah balapan usai dan kemudian uji coba dilakukan dua hari beruntun setelahnya, kondisi trek membaik. Spinning jauh menurun. Selain permukaan aspal sudah banyak mengangdung karet ban, temperatur udara juga tidak jauh berbeda dengan saat balapan. ''Hanya di akhir-akhir lap setelah melakukan long run spin baru terasa,'' tandasnya. Dia mencontohkan Marc Marquez (Repsol Honda) yang menyelesaikan 90 lap tanpa mengalami masalah berarti.

Marquez sendiri sudah menyatakan posisinya sebagai penolak winglet. Seperti mayoritas pembalap top lainnya. Penolakan semakin besar dan diharapkan winglet bisa dilarang untuk musim depan, menyusul keputusan yang sama diberlakukan untuk kelas Moto2. (cak)

Berita Terkait