Wilayah Gambut, Motor Dilengkapi Pompa

Wilayah Gambut, Motor Dilengkapi Pompa

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
KOMPLIT: Modifikasi motor pemadam karhutla di motor dinas polisi. Diatasnya siap diangkut mesin pompa air.

Berita Terkait

KAPOLRES Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo SH SIK mengakui, beberapa Polsek di jajarannya ada yang berada di wilayah rawan karhutla. Bahkan, pihaknya telah memodifikasi motor dinasnya agar mudah membawa mesin pompa air.

"Ini untuk mempermudah mobilisasi. Jika ada laporan kebakaran. Petugas sudah siap untuk langsung turun ke lokasi lengkap dengan mesin air," kata Kapolres Sambas, Rabu (24/8) kepada wartawan.

Terlebih, beberapa daerah yang terjadi Karhutla. Sulit dijangkau jika menggunakan kendaraan roda empat. Dalam upaya pemadaman karhutla. Polres Sambas melalui Polsek

masing-masing telah membentuk Peleton Karhutla ditingkat desa. Mereka akan bersinergi dengan unsur TNI, Satpol PP, Manggala Agni dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sambas serta Badan Pemadam Kebakaran (BPK).

"Di musim panas seperti sekarang ini. Pemadaman kadang dilakukan dari pagi, siang bahkan sampai malam hari," katanya.

Kapolres Sambas menyebutkan, di wilayah hukumnya. Daerah yang rawan terjadinya karhutla adalah Kecamatan Teluk Keramat, Paloh, Selakau dan Jawai. Dan memang hampir setiap tahun, pasti terjadi kebakaran diwilayah ini.

"Kecamatan tersebut masuk dalam daerah rawan kebakaran, karena memang lahan yang ada adalah gambut. Misalkan di daerah Mentibar, kedalaman gambut mencapai 1,9 Meter. Kemudian di Selakau mencapai 2,2 Meter. Dan kondisi inilah yang terkadang membuat petugas kesulitan membuat api benar-benar padam," katanya.

Kapolres Sambas juga mengapresiasi peran dari masyarakat dalam rangka penanggulangan kebakaran. Dan itu dibuktikan dengan banyak warga yang turun langsung bersama-sama petugas kepolisian serta TNI, memadamkan api.

Jajaran Polres Sambas, juga tak bosan-bosannya menyampaikan dan mengimbau kepada masyarakat agar dalam membuka lahan, tidak menggunakan cara membakar.

Pasalnya, selain itu melanggar aturan jika dilakukan dikhawatirkan api yang ada meluas ke lahan lain. Terlebih disaat cuaca panas seperti sekarang.

Sementara itu, Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo melalui Kasatbinmas, AKP Abdul Mutholib mengatakan sampai saat ini. Luasan lahan yang terbakar. Telah mencapai ratusan hektare. Di Dusun Sempadan Desa Gayung Bersambut Kecamatan Selakau pada 20 Agustus misalnya. Lahan yang terbakar diantaranya kebun karet serta nanas yang mencapai 45 Ha, lahan tak ditanami (semak belukar) 89 Ha, lahan yang pernah dikelola tapi sekarang tidak ditanami mencapai 200 Ha.

Di Kecamatan Jawai. Lahan yang terbakar mencapai 50 Ha. Terdiri 45 Ha lahan semak belukar, empat Hektare kebun sawit milik warga dan satu Hektare kebun kelapa di Desa Sungai Nilam. Di Kecamatan Teluk keramat, kabakaran terjadi di Desa Lela dan Kumpai.

Karena yang terbakar hutan produksi. Belum diketahui secara pasti luasannya.

"Untuk di Desa Lela dan Kumpai, dari jalan menuju hutan harus be jalan

kaki yang jauhnya 2 KM. Ditambah lagi menuju lokasi kebakaran sekitar enam Kilometer. Bahkan beberapa petugas dari Satpol PP dan Dinas Kehutanan tak mampu ke lokasi," kata Kasatbinmas. (*)

Berita Terkait