WHO Nyatakan Darurat Internasional Virus Zika

WHO Nyatakan Darurat Internasional Virus Zika

  Rabu, 3 February 2016 09:49
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

JAKARTA – Punya rencana mengunjungi negara-negara di Amerika Selatan? Jika itu akan dilakukan dalam waktu dekat, sebaiknya ditunda dulu. Sebab, di kawasan tersebut saat ini berkembang wabah virus Zika yang mengakibatkan sakit mirip demam berdarah.

Virus yang menular lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu bukanlah virus berbahaya yang bisa berakibat kematian. Namun, virus tersebut sangat berbahaya bagi janin. Sebab, jika terserang virus Zika, janin di dalam rahim akan mengalami kelainan otak.Wabah Zika itu juga direaksi serius Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kemarin (2/2) organisasi PBB tersebut membentuk tim khusus untuk menanggulangi wabah itu. Meski saat ini sebagian besar kasus muncul di Amerika Selatan, Zika juga berpotensi mewabah di Asia dan Afrika.

”Kami telah membentuk unit reaksi cepat global yang akan melibatkan seluruh staf WHO di markas utama maupun di kantor-kantor cabang untuk memerangi Zika,” ungkap Anthony Costello, salah seorang pakar di WHO. Bersamaan dengan itu, PBB juga mendeklarasikan wabah virus Zika sebagai situasi darurat internasional. Khususnya di bidang kesehatan masyarakat.Pada orang dewasa, Zika hanya akan menimbulkan gejala seperti demam sebagaimana umumnya. Selain itu, penderita akan mengalami nyeri pada persendian. Kedua mata mereka juga bakal berubah menjadi kemerahan karena dampak infeksi virus tersebut.

Namun, virus itu bisa menimbulkan cacat bawaan pada bayi jika seorang ibu terinfeksi Zika ketika mengandung. Virus tersebut akan menular kepada janin di dalam rahim dan mengakibatkan kelainan otak. Dampak buruknya, bayi akan mengalami mikrosefalus (microcephaly). Yakni, ukuran kepalanya akan lebih kecil daripada bayi normal karena volume otaknya pun menyusut.

Cacat pada bayi itulah yang membuat masyarakat tempat berjangkitnya virus Zika panik. Di Brasil, pemerintah setempat sampai mengimbau para ibu menunda kehamilan. Tujuannya satu, jika terinfeksi virus Zika, mereka tidak menularkannya kepada bayinya. Itu juga yang memaksa Amerika Serikat (AS) menerbitkan larangan bepergian ke sejumlah negara di kawasan Amerika Selatan seperti Brasil, Kolombia, Barbados, El Salvador, dan 18 negara lainnya di Amerika Latin bagi ibu-ibu hamil.   

WHO yang sempat menuai kritik dan kecaman karena terlalu lamban mereaksi wabah ebola di Afrika tahun lalu tidak mau reputasinya kembali tercoreng. Maka, sebelum Zika mewabah ke belahan dunia lainnya, WHO membentuk tim khusus di seluruh dunia. ”Kami sudah banyak belajar dari krisis ebola dan akan berusaha secepatnya mengatasi wabah (Zika) ini,” janji Costello yang juga pakar microcephaly.

Kemarin Costello menyatakan bahwa virus tersebut berpotensi mewabah di luar Benua Amerika. Saat ini ada sekitar 25 negara yang terjangkit virus Zika. Semuanya terletak di kawasan Amerika Selatan. Tapi, negara-negara di Afrika dan Asia juga harus waspada. Sebab, virus tersebut bisa bermigrasi ke sana. ”Nyamuk penyebar virus ini juga hidup di banyak negara Asia, khususnya Asia Selatan,” ujar Costello.

 

Antisipasi Indonesia

Pernyataan WHO langsung menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Menyusul status tersebut, Kemenkes berencana mengeluarkan travel advisory agar masyarakat tidak berkunjung ke negara-negara terjangkit untuk sementara. ”Kami akan mengeluarkan imbauan tersebut,” ujar Sekjen Kemenkes Untung Suseno.Meski begitu, Untung meminta masyarakat tidak panik. Sebab, persebaran virus itu sejatinya bisa dikendalikan. Caranya, mengontrol kembang biak vektor virus tersebut.

”Sama seperti demam berdarah. Kita sukses menurunkan angka kematiannya dengan melakukan pencegahan. Lewat gerakan 3M (menguras, menutup, dan menimbun, Red). Kalau dijalankan dengan baik, pasti tidak akan ada nyamuk. Jadi, vektor terkontrol,” jelasnya.Langkah WHO menetapkan darurat internasional terkait persebaran virus Zika juga direspons Presiden Joko Widodo (Jokowi). Juru Bicara Presiden Johan Budi S.P. mengatakan, presiden sudah menginstruksi Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengambil langkah sigap guna menanggulangi persebaran virus Zika. ”Presiden minta agar diwaspadai,” ujarnya di Kantor Presiden kemarin.

Menurut Johan, presiden memberikan perhatian serius terhadap ancaman virus yang memicu penyakit pengecilan ukuran kepala janin tersebut. Apalagi, penetapan oleh WTO menunjukkan bahwa semua negara tak lepas dari ancaman Zika. ”Karena itu, harus diantisipasi sedini mungkin,” tuturnya.Sebelumnya, melalui akun Twitter resmi @jokowi, presiden meminta seluruh masyarakat mewaspadai virus Zika. Jokowi juga menyebut langkah mencegah persebarannya. ”Kita perlu waspadai virus Zika. Hindari nyamuk bersarang di dalam atau di sekitar rumah kita -Jkw,” ucapnya.

Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) 2015–2018 Daeng Mohammad Faqih mengatakan, peringatan dari WHO itu bisa jadi dilandasi telah terjadinya pandemi persebaran virus Zika. ”Atau bisa juga karena tingkat persebaran virus Zika ini cepat,” katanya kemarin.

Faqih menuturkan, pemerintah tidak boleh lambat mengantisipasi sehingga kemudian kasus infeksi virus tersebut telanjur meluas. Menurut dia, misalnya ditemukan satu kasus infeksi virus Zika, itu bisa menjadi fenomena gunung es. Maksudnya, kasus yang belum terungkap atau belum muncul sejatinya lebih besar.Dari sisi medis, Faqih mengatakan bahwa kegawatan penyakit akibat virus Zika masih lebih ringan daripada demam berdarah dengue (DBD). ”Kalau DBD itu bisa menimbulkan shock syndrome dan berujung fatal,” katanya. Meski begitu, infeksi virus Zika tidak bisa diremehkan karena dapat membuat orang jatuh sakit dan produktivitasnya menurun selama perawatan.Terkait kesiapan dokter, Faqih menjelaskan bahwa dokter-dokter Indonesia tentu sudah mampu dan siap. Pasien yang menderita virus Zika bisa ditangani dokter umum. Namun, pasien dewasa juga bisa ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Sedangkan pasien anak-anak dirawat dokter spesialis anak. (AFP/Reuters/hep/mia/owi/wan/c9/kim)

Berita Terkait