WC bagi Semua Keluarga; Gerakan Sejuta Jamban

WC bagi Semua Keluarga; Gerakan Sejuta Jamban

  Sabtu, 28 November 2015 12:45   1

Oleh DR. Dr. H. Budi Laksono, MHSc

SAAT ini masih 20 juta keluarga di Indonesia belum punya jamban KELUARGA. Bahkan di kalurahan sekitar kita, juga. Mereka buang air di sungai, kebun kolam dll yang  tanpa disadari ini mennyebabkan cemaran bakteri Tipus, kolera desentri, cacing perut para tipus dll. Dengan lalat, penggunaan air sungai untuk mencuci, mandi sikat gigi dll maka bakteri itu bisa masuk ke usus manusia. Ini menyebabkan mengapa rumah sakit merawat pasien dengan DIARE, TIPUS DAN HEPATITIS A paling banyak dari penyakit lainnya.  Bahkan tiap tahun, lebih dari 150.000 orang meninggal baik bayi,anak hingga orangdewasa.

Untuk mencegah penyakit ini tidak sulit. Caranya yaitu semua orang harus BAB di WC.  Karena hampir semua orang yang tidak punya WC adalah orang miskin dan kurang pendidikan, maka diperlukan  sodakoh ilmu dan pemahaman. Bahkan sodakoh material untuk memulai membangun jamban. hanya perlu sebuah kloset, 1 sak semen, 16 ember pasir dan 12 ember splits dan besi beton untuk memulai membangun jamban keluarga.

Bila seluruh desa mempunya wc, maka siklus penyakit terputus dan sehatlah desa itu.  Tp bila ada satu saja yang BAB semarangan,sudah cukup mencemari karena tiap BAB seseorang bisa mengeluarkan 3-4 milyar kuman.  WHO penyebut ODF (open defecation free) artinya tidak ada orang buang air sembarangan.  Kemenkes dengan STBM mendorong kepemilikikan jamban dan habit sehat.  Tetapi  keemilikan jamban kelg masih perlu digenjot keras, maka konsep kami KATAJAGA (KELURAHAN TOTAL JAMBAN KELUARGA) menjadi solusi karena memadukan konsep JAMBAN SEDERHANA, gotong royong dan stimulan generic.  Dengan ini semua keluarga mampu membuat WC sendiri walau sedehana dengan serentak se desa bersama membuat dipimpin oleh tokoh masyarakat. Konsep ini berbiaya stimulan cuma sekitar Rp.300.000 mampu langsung membuat semua kelg tanpa jamban bergotong royong membuat dan dalam bbrp mingguan bisa merubah desa menjadi desa sehat. Konsep ini sudah memecahkan rekor MURI  pembangunan 1500 jamban dan 3500 jamban dlm ukuran bbrp minggu. Saat ini TNI AD dalam karya bakti dan TMMD mengembangkan metoda yang memenangkan piagam KALPATARU 2014, MDGS 2014  ini di seluruh Indonesia hingga saat ini (24 November 2015) sudah terbangun bersama masyarakat lebih dari 110.000 di seluruh Indonesia dalam beberapa minggu terakhir ini. (JAUH MELEBIHI REKOR MANAPUN JUGA)

Laporan kegaitan dan artikel ini bisa dilihat juga laporan harian face book grup : GOTONG ROYONG BANGUN JAMBAN 1 JUTA atau juga GEMA SANG JUARA. Juga www.budihusada.org.  Ada materi bisa di down load bagaimana menyuluh dan membuat. Juga laporan ditiap KODIM setempat.  Semua Babinsa, Koramil se Indonesia mendapat perintah  Kasad membantu keluarga, masyarakat yang akan membuat jamban sebagai tambahan pengabdiannya. Mereka semua bersemangat tanpa pamrih.

Bagi lurah, kepala desa, tokoh masyarakat,  silakan dalam MUSRENBANG DESA, masukan jambanisasi ini menjadi bagian tujuan pembangunan.  Insya Allah dengan sebagaian dana pembangunan, desa akan menjadi sehat. Walau  stimulan diberikan pada yang belum punya WC, bagi yang punya wc juga mendapat manfaat lingkungan yg lebih sehat dan perlindugnan dari kuman bakteri. Bila diperlukan, pasti Babinsa siap membantu bgmn mewujudkan karena semua kodim sudah mendapat ilmu bgmn membangunnya.

Bagi bupati, walikota, gubernur agar mendorong desa untuk menjadi sehat dan jadikan jambanisasi menjadi tujuan utama pembangunan karena malu bila rakyat anda masih buang air sembarangan. Dana   pembangunan desa bisa diarahkan ke pelaksanaan ini karena cepat dan serentak. Apalagi Kodim setempat hingga babinsa siap membantu mewujdukannya.

** Penulis Penggerak Program Sejuta Jamban