Wawrinka Jaga Kesempurnaan di final Grand Slam

Wawrinka Jaga Kesempurnaan di final Grand Slam

  Selasa, 13 September 2016 09:37

Berita Terkait

NEW YORK-Beberapa menit sebelum turun ke lapangan Arthur Ashe Stadium menghadapi Novak Djokovic di final grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka kemarin dini hari, Stanislas Wawrinka tiba-tiba menangis di locker room di hadapan sang pelatih Richard Krajicek. Dia merasakan nervous yang begitu mendalam. Tangannya sampai gemetar.

“Aku tidak ingin kalah di partai final grand slam. Hanya itu alasannya,” ucap Wawrinka dilansir Associated Press menceritakan kejadian tersebut usai laga. “Ada rasa yang mengatakan, jangan mau kalah. Jangan datang ke lapangan ini hanya untuk kalah di partai final,” tambahnya.

Keinginan kuat Wawrinka itu akhirnya mengantarkannya benar-bernar merengkuh trofi grand slam AS Terbuka pertamanya. Ranking satu dunia Djokovic dia taklukkan 6-7 (1), 6-4, 7-5, 6-3. 

“Dia benar-benar jauh lebih baik sekarang. Mentalnya jauh lebih kuat,” ucap Djokovic mengomentari Wawrinka usai pertandingan. “Dia tahu apa yang harus dilakukan,” tambah petenis Serbia itu.

Hasil ini sekaligus membuat Wawrinka menjaga kesempurnaan saat tampil di final grand slam. Dari tiga kali tampil, seluruhnya berrhasil bablas dia wujudkan menjadi juara.

Bagi Djokovic sendiri, ini kekalahan kedua atas Wawrinka di final grand slam. Sebelumnya, Nole-sapaan akrab Djokovic juga takluk di tangan petenis Swiss tersebut pada final Prancis Terbuka 2015.

Satu gelar grand slam lain direngkuh petenis 31 tahun itu saat menaklukkan Rafael Nadal di final Australia Terbuka 2014. “Sungguh, setelah pertandingan aku merasa seperti benar-benar kosong,” ucapnya. “Aku sudah mengeluarkan semua yang aku miliki di pertandingan. Bukan hanya hari ini. Tapi sepanjang dua minggu terakhir,” tambah ranking tiga dunia tersebut.

Menjuarai AS Terbuka di usia 31 tahun membuat Wawrinka menjadi juara AS Terbuka tertua dalam 46 tahun terakhir. Kali terakhir petenis lebih tua yang mampu menjadi juara AS Terbuka adalah Ken Rosewall pada 1970. Saat itu Rosewall berusia 35 tahun.

Wawrinka sempat tertekan di set pertama. Djokovic begitu dominan dengan langsung unggul 4-1 sebelum akhirnya memenangi set tersebut 7-6(1). Tak disangka, Wawrinka mulai menemukan ritme permainannya dan langsung melibas tiga set terakhir untuk mendapakan gelar grand slam ketiganya sepanjang karier.

Hasil ini sekaligus membuat Wawrinka sedikit mempertipis gap head to head pertemuannya dengan Djokovic. Dari 24 kali bertanding di berbagai even,  kini keduanya punya rekor pertemuan 19-5 masih untuk keunggulan Djokovic.(irr)

Berita Terkait