Wawasan Multikultural Cegah Konflik

Wawasan Multikultural Cegah Konflik

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:02
KONFLIK: Workshop manajemen penanganan konflik digulirkan hingga besok di Palapa Beach Singkawang. HARI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalbar menggelar workshop manajemen penanganan konflik bagi tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat yang dipusatkan di Palapa Beach Singkawang, 3-5 Agutus 2016.

 
Kegiatan ini bertujuan mencegah sekaligus menangani konflik masalah keagamaan itu melibatkan 35 peserta yang terdiri dari unsur pemuda dengan keterwakilan 6 agama di kota Singkawang. Dalam workshop yang dihadiri Nursaid Kasubbag Hukum dan Kerukunan Ummat Beragama Kanwil Kemenag Kalbar diisi dengan penyampaian materi dan dialog serta simulai penanganan konflik.

Wakil Walikota Singkawang H Abdul Muthalib, mengajak agar menjaga persatuan dan kesatuan khususnya di kota Singkawang. “Kita melihat Singkawang sudah sangat kondusif. Marilah kita pertahankan. Janganlah masyarakat terprovokasi dengan isu yang dapat memecah belah,” ajaknya.

Terlebih, kata dia, kini Singkawang akan menghadapi Pilwako, jangan sampai ada isu-isu yang dipolitisasi sehingga membuat resah masyarakat. “Kita hindari hal-hal tersebut, makanya kita sama-sama jaga kota Singkawang,” katanya.

Apalagi, kata Wakil Walikota, Kota Singkawang ini peraih kota Toleran peringkat ketiga se-Indonesia tahun 2015 oleh lembaga penelitian Setara Institute, maka hal ini juga perlu jaga dan ditingkatkan.

Oleh sebab itu, ia menekankan perbedaan tidak seharusnya menjadikan perpecahan antarumat yang disebabkan berlainan kepercayaan, namun sebaliknya akan membawa kebersamaan untuk hidup rukun.

Ia mengimbau seluruh tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat agar selalu menjaga stabilitas di Kota Singkawang khususnya dan Kalbar umumnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H Jawani mengungkapkan sudah menjadi tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat menciptakan kerukunan bukan sebaliknya. Hal ini bisa dicapai jika antar umat beragama dapat saling menghargai dan menghormati masing-masing keyakinan.

Banyak cara dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan kerukunan masyarakat. Baik kerukunan sesama pemuluk agama, kerukunan antar pemeluk agama, kerukunan antar agama dan pemerintah.

“Salah satunya menghilangkan ekslusifisme dan pengembangan wawasan multikultural,” imbuhnya.

Wawasan multikulural ini, kata H Jawani, sebenarnya merupakan konsep dimana sebuah komunitas dalam konteks kebangsaan dapat mengakui keberagaman, perbedaan dan kemajemukan budaya, baik ras, suku, etnis dan agama.

Cara meningkatkan pemahaman ini juga bisa beragam. “Boleh jadi dengan dialog, ajang silaturahmi sepert ini. Dalam kegiatan ini juga bertujuan memperlancar komunikasi antar pemuda se-Kota Singkawang,” katanya. Dengan melakukan komunikasi, tambah dia, berbagai pihak bisa berbagi informasi dalam mendorong mencari solusi untuk penanganan konflik.

“Dengan komunikasi dan koordinasi baik pulalah kita bisa menginventarisir persoalan-persoalan yang mendorong kerukunan beragama maupun mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin kurang mendorong kerukunan bergama,” katanya. (har)

Berita Terkait