Waspadai Narkoba di Jalur Lelong

Waspadai Narkoba di Jalur Lelong

  Minggu, 17 April 2016 10:11
LELONG: Setelah sebelumnya dibenturkan dengan wacana bakal ditutup, kini bisnis lelong juga dihadapkan dengan kekhawatiran pemanfaatan jalur kedatangan barang-barang lelong oleh sindikat narkoba. DOKUMEN TIMBUL/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepolisian daerah setempat memperketat masuknya barang bekas, seperti pakaian dari Malaysia ke Indonesia atau yang disebut lelong. Pasalnya, diduga pengiriman barang bekas yang menggunakan jalur air tersebut, dimanfaatkan sindikat narkoba untuk menyelundupkan barang haram. 

Kepala Satuan (Kasat) Narkorba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Kompol Abdullah Syam, menegaskan bahwa Kapolda telah memerintahkan jajaran kepolisian, mulai dari satuan narkoba hingga Polair, agar meningkatkan pengawasan terhadap masuknya barang atau pakaian bekas ke Kalbar, khususnya Pontianak. Menurut dia, pengiriman barang bekas tersebut diduga kerap dimanfaatkan sindikat narkoba untuk menyelundupkan sabu. 

“Pengiriman barang bekas itu tidak hanya melalui jalur darat di perbatasan, tetapi juga menggunakan jalur air, sehingga harus diawasi kedatangannya,” kata Abdullah, Jumat (15/4) lalu. 

Dia khawatir, tidak menutup kemungkinan upaya penyelundupan barang haram melalui pakaian bekas tersebut terjadi. Pasalnya, dia menambahkan, para anggota sindikat barang haram tersebut telah berupaya dengan berbagai cara, untuk memasukan sabu ke Kalbar. “Tentu kedatangan barang bekas ini akan menjadi perhatian serius kami,” ucapnya. 

Berkaca dari berbagai pengungkapan kasus, dia menjelaskan bagaimana penyelundupan narkoba tidak hanya melalui pakaian bekas. Barang-barang tersebut, menurut dia, ada juga yang dikirim menggunakan makanan, minuman seperti susu, hingga makanan ringan dan lainnya. “Sejauh ini memang belum ditemukan, tapi kami harus antisipasi agar berbagai cara tersebut dapat diungkap,” sambungnya. 

Selain mengantisipasi masuknya barang haram dengan berbagai modus, pihaknya juga melakukan berbagai pengungkapan selama pelaksanaan Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) di Pontianak. “Sudah ada beberapa pengedar yang ditangkap dengan barang bukti sabu,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Bersinar, selain mengungkap kasus, mereka juga melakukan upaya sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, PNS, anggota Polri, dan TNI. “Narkoba harus menjadi perhatian semua pihak, semua harus memiliki kesadaran bahwa Narkoba merusak generasi bangsa,” punggkasnya. (adg)

Berita Terkait