Waspadai Kaki Gajah

Waspadai Kaki Gajah

  Sabtu, 24 Oktober 2015 19:51

Berita Terkait

Kaki gajah atau filariasis merupakan salah satu jenis penyakit yang harus diwaspadai masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah endemis dan wilayah yang menjadi tempat perindukkan nyamuk. Meskipun tidak mematikan, penyakit ini sifatnya menahun. Kalau sudah terjadi pembengkakkan sulit untuk dikembalikan seperti semula.

Oleh : Marsita Riandini

Kaki gajah disebabkan adanya sumbatan organ kelenjar getah bening yang ada di tubuh manusia. Area tubuh yang paling sering terkena sumbatan itu pada lipatan paha, tetapi ada pula yang terkena di lipatan ketiak, sekitar payudara dan kelamin. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, dr. Berli Hamdani kepada For Her.
Disebut kaki gajah, lanjut dia karena kali pertama penyakit ini ditemukan pada pembengkakan kaki. Bentuknya tidak simetris, sebelah normal sebelahnya lagi ukurannya tidak normal. “Perbedaannya bisa lima sampai enam kali lipat. Penyakit kaki gajah ini sangat harus diwaspadai, sebab jika ada satu orang saja yang menderita di salah satu kabupaten, maka semua orang yang ada di kabupaten tersebut berpotensi untuk terkena,” jelasnya.
Sumbatan terjadi karena adanya cacing yang berukuran mikroskopis atau sangat kecil sekali. Hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. “Cacing tersebut masih berbentuk larva, makanya dia harus dilihat dengan bantuan mikroskop. Kalau sudah menjadi dewasa, jumlah mereka bisa menjadi jutaan yang hidup dalam tubuh seorang manusia. Itulah yang menyebabkan terjadinya sumbatan sebab cacing tersebut berjalan-jalan di dalam darah,” tutur dia.
Penularan penyakit ini melalui gigitan nyamuk yang air liurnya sudah mengandung larva atau cacing. “Penyebaran pada manusia itu lewat nyamuk. Nyamuknya itu jenis sembarang. Nyamuk apa saja bisa, baik yang hidup di rawa, pegunungan semua bisa,” ulasnya.
Kaki gajah dapat diderita oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Usianya mulai dari 2 tahun hingga 70 tahun. “Perbandingan perempuan dan laki laki tidak ada perbedaan. Bahkan bisa menyerang dari usia 2 tahun sampai 70 tahun. Walaupun yang terbanyak ketahuan biasanya sudah puluhan tahun dimulai dari usia remaja bahkan dari anak-anak,” timpalnya.
Jika sudah lama, bahkan terjadi perubahan bentuk apakah pada kaki, payudara ataupun alat kelamin, maka penyakit ini sulit diobati. “Sampai sekarang belum ada obat yang dapat mengembalikan bentuk kaki, atau payudara yang bengkak ke bentuk semula. Tidak bisa diubah, sebab sudah tersumbat secara permanent,” ucap Barli. Walaupun sudah dioperasi, hasilnya tidak akan maksimal. Namun penyakitnya itu sendiri bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat cacing. “Tetapi saya belum tahu apakah di Negara lain yang teknologi medisnya lebih canggih sudah bisa atau tidak mengembalikan ke bentuk semula,” timpalnya.
Gejala awal biasanya tidak begitu kelihatan. Masyarakat baru mengeluhkan sakitnya ketika sudah terjadi pembengkakkan, sebab mereka tidak menyadari cacingnya sudah tumbuh dalam darah. Pada kondisi ini jelas sulit diobati. “Kalau deteksinya sudah diketahui sejak awal, maka jika belum terjadi perubahan bentuk dapat sembuh total,” pungkasnya. **

Berita Terkait