Waspadai Jalur Rawan Kecelakaan

Waspadai Jalur Rawan Kecelakaan

  Sabtu, 2 July 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepolisian mengimbau masyarakat yang akan mudik lebaran menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor, mobil serta angkutan umum untuk menjaga keselamatan saat di jalan raya.

Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Wahyu Jati Wibowo mengingatkan bahwa di wilayah hukum Polresta Pontianak setidaknya ada beberapa titik jalan yang masuk dalam kategori rawan kecelakaan dengan fatalitas kecelakaan yang tinggi, yakni di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dan jalan menuju luar Pontianak, yakni Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. 

Wahyu menuturkan, dari catatan kepolisian, kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan marak terjadi. Kecelakaan melibatkan sesama pengendara motor, mobil dan mobil sampai mobil dan sepeda motor. 

Banyak dari korban kecelakaan, Wahyu menambahkan, yang meninggal dunia akibat dari kecelakaan tersebut. “Intinya kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berhati-hati, saling menghargai, tidak saling mendahuli, tidak kebut-kebutan dan periksa kendaraan sebelum berpergian,” imbaunya. 

Wahyu menyatakan sekadar mengingatkan, bahwa sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun ini kasus kecelakaan yang terjadi sudah mencapai 326 kasus kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 57 orang, korban luka berat 181 orang dan luka ringan sebanyak 249 orang. 

Wahyu menjelaskan, jika data tersebut dilihat dari perbulan, maka untuk Januari  ada 57 kasus kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak sepuluh orang, luka berat 24 orang luka ringan 41 orang, sementara untuk Februari 44 kasus kecelakaan, tujuh orang meninggal dunia, 26 luka berat, 24 luka ringan. 

Untuk Maret 48 kasus kecelakaan, delapan orang meninggal dunia, 28 orang luka  berat, 55 orang luka ringan, April 62 kasus kecelakaan, sepuluh orang meninggal dunia, 31 orang luka berat, 41 orang luka ringan, Mei 53 kasus kecelakaan dua belas orang meninggal dunia, 24 orang luka berat, 43 luka ringan, dan Juni 62 kasus kecelakaan, sepuluh orang meninggal dunia, 48 orang luka berat, 45 orang luka ringan. “Kasus kecelakaan ini cendrung mengalami peningkatan,” ucapnya.

Menurut Wahyu, cenderung meningkatkan kasus kecelakaan di wilayah hukum Polresta Pontianak itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mengedepankan keselamatan berlalu lintas. “Sayangilah nyawa dengan santun berkendara,” imbau Wahyu. 

Sementara itu, Petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kota Pontianak bersama Satlantas Polresta Pontianak melakukan razia kelengkapan kendaraan di depan kantor Wali Kota Pontianak, Jumat pagi. 

Selain razia kelengkapan kendaraan, petugas melakukan sosialisasi karena lima hari menjelang lebaran kendaraan roda enam tak boleh beroperasional di Pontianak. Ada pengecualian bagi truk roda enam pembawa bahan bakar minyak, gas, makananan ternak, kebutuhan pokok, dan antaran pos mengingat kebutuhan ini penting.

“Aturan H-5 kendaraan roda enam tak boleh masuk Pontianak mulai berlaku hari ini (kemarin). Kami melakukan razia. Bagi yang belum mengetahui, sekaligus disosialisasikan aturan ini. Jika ditemukan hari berikutnya langsung dikandangkan,” tegas Kadishubkominfo Pontianak, Utin Srilena Candramidi, kemarin.

Utin menjelaskan, bagi sopir yang tidak tahu masih ada toleransi dengan memberi surat edaran pemberlakukan larangan operasional kendaraan roda enam mulai H-5 sampai H+5. Selain memberi surat pengumuman ke sopir, pihaknya juga mengecek kendaraan yang melanggar aturan, mulai dari pengecekan dokumen kendaraan, sampai truk pembawa material tak digunakan terpal. “Kalau temuan ini kami langsung tilang di tempat,” ucapnya.

Saat razia, pihaknya menemukan satu truk fuso plat B 1 beroperasi di Pontianak. Pengoperasian jelas tidak boleh. “Kami langsung serahkan ke Satlantas untuk diproses. Termasuk sopir tak miliki SIM langsung diproses Satlantas. Kami mau semua kendaraan dan sopir yang beroperasi di Pontianak taat aturan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendukung aturan Wali Kota Pontianak tentang pembatasan opersional kendaraan barang di Pontianak, terutama truk muatan besar. “Seharusnya dihentikan sementara. Dalam aturan truk roda enam tak boleh beroperasi H-5 sampai H+5. Setelah itu baru boleh beroperasi kembali,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan Pemerintah Kota Pontianak untuk menghindari kemacetan jelang lebaran. Dengan aturan tersebut, dapat meminimalisir kecelakaan. Seperti diketahui, baru-baru ini kejadian tronton menelan satu korban  jiwa dapat jadi pelajaran pengguna jalan. 

“Saya harap kejadian nahas tak kembali terjadi. Apalagi ini mau lebaran, kasihan keluarga yang ditinggalkan. Bagi pengguna kendaraan hendaknya ikuti aturan. Jangan karena mau cepat tak pikirkan keselamatan nyawanya dan pengendara lain,” tutupnya. (iza/adg) 

Berita Terkait