Waspadai Cuaca Ekstrem

Waspadai Cuaca Ekstrem

  Rabu, 20 January 2016 09:01
CUACA KOTA: Hampir setiap sore, Pontianak dan sekitarnya diselimuti mendung tebal. Pada Selasa (19/1), sekitar pukul 16:45, suasana kota menjadi remang-remang. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat Michael Yan Sriwidodo meminta pemerintah daerah bersama dinas teknis cepat tanggap menghadapi anomali perubahan cuaca ekstrem dari el nino ke la nina. Sebab ancaman gagal panen, rendaman banjir wilayah rendah, puting beliung dan lain sebagainya rentan terjadi di daerah ini.

“Memang perubahan cuaca ekstrem tengah melanda Kalbar. Sebelumnya tahun 2015 masyarakat merasakan el nino atau kekeringan panjang. Sekarang masyarakat mulai merasakan hujan dalam jumlah berlebihan,” ujarnya di Pontianak.

Menurutnya, menghadapi antisipasi la nina, harusnya masyarakat di Kalbar sudah siap. Siap dalam segala hal seperti menghadapi ancaman gagal panen, daerah pertanian terendam dan lain sebagainya. Itu tak bisa dilakukan tanpa antisipasi dinas teknisnya juga. “Artinya pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota/provinsi harus bahu membahu. Ancaman la nina sama besarnya seperti el nino,” ujarnya.

Di Kalbar, sambungnya, dinas pertanian, perkebunan dan PU seharusnya sudah mengantisipasi ancaman la nina. Seperti pembuatan embung-embung air, saluran air, perbaikan irigasi pertanian sudah harus diproses. Itu supaya sebelum la nina menghadang, masyarakat jauh hari sudah siap. ”Tanggap dan cepat. Itu poinya,” ujarnya.

Nursetiawan, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menjelaskan walaupun beberapa wilayah di Kalimantan Barat didera hujan dalam jumlah tidak wajar, anomali perubahan cuaca dari el nino (pengering) ke la nina (hujan berlebihan) sampai sekarang belum terjadi. Kecenderungan cuaca di Kalbar bahkan masih kuat dengan pengaruh el nino.

”El nino masih akan terjadi. Diperkirakan dari sekarang sampai Februari atau awal Maret 2016,” katanya.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini justru masih kuat dengan pengaruh el nino. Hanya bisa saja perubahan terjadi secara tiba-tiba ke la nina dalam jangka waktu tertentu. Diperkirakawan pada Maret 2016, barulah Kalbar didera hujan dengan jumlah cukup melimpah.

La nina sendiri diartikan anak gadis kecil. Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, fenomena la nina berawal dari menguatnya angin pasat tenggara, sedangkan suhu muka air laut di Samudera Pasifik sebelah barat lebih hangat daripada suhu tropis di timur Pasifik yang berada pada kondisi lebih dingin.

Akibat pola suhu permukaan laut, atmosfer tropis di wilayah barat Pasifik mengalami penguapan air dengan kadar lebih tinggi. Karena penguapan air laut tinggi, maka kemungkinan munculnya awal cumulus sebagai awan pembawa hujan menjadi semakin meningkat.

Deby, Prakirawan BMKG lainnya mengeluarkan data update terbaru cuaca hari ini (kemarin). Beberapa daerah sejak pukul 12.45 berpotensi terjadi hujan sedang, lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Durasinya singkat pada pukul 13.15 di Kubu Raya (Teluk Pakedai, Sungai Raya), Kayong Utara (Air Kuning, Nanga Tayap), Pontianak dan sekitar.

Kondisi tersebut diperkirakan meluas ke Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Landak, Sintang dan sekitarnya. Sementara sore hari pukul 15.30, hujan sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang singkat terjadi di Kayong Utara, Landak (Menjalin, Karangan, Darit, Pahauman, Meranti, Kuala Behe, Ngabang, Serimbu). Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung sampai pukul 17.30.(den)

Berita Terkait