Waspada Pohon Tumbang

Waspada Pohon Tumbang

  Jumat, 24 June 2016 09:30
PERHATIAN: Sejumlah pohon mati dan cabang kering di sepanjang Jalan Adisucipto, Sungai Raya, KKR, minta perhatian segera dari pihak yang berwenang. Pada Rabu kemarin, di kilometer 8,6, cabang patah menimpa warga hingga tewas. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK –Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak, Aswin Taufik meminta masyarakat untuk mewaspadai sejak dini terjadinya pohon tumbang ketika angin kencang. Dia juga berharap, pohon-pohon yang sudah berumur, diganti dengan pohon akar berjenis serabut.

“Perhatikan dan waspada terhadap tanda-tanda angin kencang. Deteksi pohon yang rawan saat terjadi angin kencang,” imbau Aswin, Kamis (23/6). 

Imbauan ini bukan hanya berlaku untuk warga Pontianak, tapi semua masyarakat yang melintas di jalan saat mendapati kondisi diguyur hujan dan angin kencang. Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pohon akasia tumbang hingga menelan korban jiwa di Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya kemarin. “Cepat berlindung atau menjauh cari tempat yang aman ketika ada angin kencang,” ujar Aswin.

Selain itu, Aswin juga mengatakan untuk mengantisipasi angin kencang, Dinas terkait bisa memangkas dahan pohon yang tinggi dan rimbun, gunanya untuk mengurangi beban berat pada pohon. 

“Untuk jangka panjang, pohon di pinggir jalan sebaiknya diganti dengan pohon akar berjenis serabut,” sarannya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak, Sri Sujiarti mengungkapkan pihaknya rutin melakukan pemangkasan terhadap pohon yang dianggap rawan. 

“Setiap bulan, kami memangkas dan memapah 20 kali dalam sebulan, termasuk nebang dan menyisir pohon yang rawan. Itu diluar isedentil, seperti pohon tumbang,” ungkap Sri.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa masyarakat bisa melaporkan ketika mengkhawatirkan pohon yang dirasa rawan tumbang. Untuk penebangan, kata Sri, harus melalui izin Wali Kota Pontianak. Sementara pemangkasan, bisa langsung dilapokan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan. 

“Kami rutin melakukan penyisiran, melihat pohon yang dianggap rawan lalu dilakukan pemangkasan,” jelasnya.

Sri juga mengakui, saat ini masih ada beberapa dahan pepohonan yang menjulang hingga menempel di kabel listrik. Padahal, hal ini seharusnya dapat mengganggu. “Masih ada, tapi kami sudah bekerjsama degan PLN untuk merapikanya. Seharusnya ada jarak dua meter,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai angin kencang saat diguyur hujan. “Hindari, sebaiknya berhenti cari tempat yang aman untuk berteduh. Keselamatan paling utama,” imbaunya. (gus)

Berita Terkait