Waspada Lesatan Sang Komet

Waspada Lesatan Sang Komet

  Senin, 27 June 2016 09:30

Berita Terkait

NICE – Komet tak muncul setiap saat. Hanya pada waktu-waktu tertentulah benda langit itu akan terlihat melintas dengan cepat. Dan Islandia adalah komet pada perhelatan Euro 2016 di Prancis kali ini. Sinar terang Islandia sudah terlihat sejak kualifikasi Euro 2016 lalu. Gylfi Sigurdsson dkk sanggup memukul Turki dan Republik Ceko. Namun kesuksesan terbesar Islandia di kualifikasi : mematahkan tradisi Belanda lolos ke Euro. 

Kini pada babak 16 besar, kejutan Islandia bisa terus berlanjut. Strakarnir Okkar, julukan Islandia, menantang Inggris di Allianz Riviera pada dini hari nanti (28/6).     Pundit Gabriel Marcotti menulis di Herald Scotland kemarin (26/6) Inggris sudah sepatutnya takut kepada Islandia. Di fase penyisihan grup F, Islandia tak terkalahkan. Islandia menang atas Austria (23/6) dan bermain imbang lawan Hungaria (18/6) serta Portugal (15/6). 

“Menghadapi tim dengan pertahanan menumpuk dan berlapis seperti Islandia, Inggris akan berjalan di lorong gelap. Melangkah namun bingung dimana ujung lorong itu,” tulis Marcotti. Memang benar apa yang disebutkan Marcotti. Performa Inggris sejauh ini memang belum memuaskan. Mesin gol lini depan The Three Lions, julukan Inggris, seperti macet.

Dalam tiga laga yang dijalani, hanya tiga gol yang dicetak Wayne Rooney dkk. Yang bikin muka pemain Inggris merah, saudara juga tetangga mereka, Wales, yang terakhir lolos turnamen mayor 58 tahun lalu, sanggup mencetak enam gol. Sebagai komprasi betapa buruknya kinerja striker Inggris, empat tahun silam di Polandia-Ukraina, selama fase grup Inggris menghasilkan lima gol. Meski akhirnya Inggris kalah di perempat final.

Seperti diberitakan Daily Mail kemarin (26/6) dalam sesi latihan di Chantilly, tactician Roy Hodgson masih memberikan apresiasi buat kelolosan timnya ke fase knock out ini. “Saya gembira dengan kerja keras yang ditunjukkan anak-anak sejauh ini. Yang membuat saya kurang sreg adalah kami mendominasi namun gagal mencetak gol,” kata pria berusia 68 tahun itu. 

Seperti diberitakan The Telegraph Hodgson menambah porsi latihan khusus buat para ujung tombak dan gelandang serangnya. Harry Kane, Daniel Sturridge, Jamie Vardy, Jack Wilshere, Raheem Sterling, dan Dele Alli di-drill menendang. Selama 20 menit, secara bergantian mereka melepaskan tembakan. Dari total 47 tembakan, hanya sembilan yang masuk ke gawang. Kane, Vardy, dan Wilshere memasukkan masing-msing dua kali. Sedang Sterling, Sturridge, dan Alli masing-masing sekali. 

“Tim Anda tak akan dipuji seberapa tinggi melakukan penguasaan bola, corner kick atau free kick tersering, atau berapa banyak tembakan per laga yang dihasilkan. Hanya kemenangan yang diingat,” tegas Hodgson. Karena itulah, menghadapi Islandia mantan arsitek Inter Milan dan Liverpool itu akan mati-matian mendorong lini depannya lebih trengginas. Di sisi lain, kalau dimainkan lawan Islandia dini hari nanti (28/6) Rooney akan menyamai caps David Beckham. Sampai kemarin, pemain Manchester United itu sudah bermain 114 kali bersama Inggris. 

“Ini rekor yang fantastik. Saya berharap bertambahnya caps Wayne (Rooney) memberikan kontribusi yang penting buat laga lawan Islandia ini,” kata Hodgson seperti diberitakan situs resmi Federasi Seoak Bola Inggris (FA) kemarin. 

Sementara itu,  gelandang Islandia Gylfi Sigurdsson memperingatkan Inggris akan terkejut jika memandang remeh timnya. Pemain Swansea City itu akan memimpin rekan-rekannya menghambat Inggris. Seperti diberitakan London Evening Standard kemarin Sigurdsson mengatakan timnya menikmati statusnya sebagai debutan Euro. Dan Inggris serta kompetisinya menjadi mimpi setiap pemain Islandia untuk bisa bermain di dalamnya. 

“Kami sudah sejauh ini. Dan kami memukul banyak negara dengan tradisi sepak bola kuat,” kata Sigurddsson. “Seandainya Inggris pun menyerah, makin lengkaplah dongeng kami musim panas ini,” tambah pemain 26 tahun itu. Islandia yang punya pertahanan kuat akan mengandalkan empat beknya buat membendung Inggris. Strategi Islandia dengan mengandalkan long pass dan serangan balik menyulitkan Inggris. 

Uniknya empat gol yang dihasilkan Islandia di fase grup, semuanya dihasilkan dengan cara yang berbeda. Satu dihasilkan lewat set piece, satu open play, satu serangan balik, dan satu tendangan penalti. (dra)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait