Warniati Kapok jadi TKI

Warniati Kapok jadi TKI

  Jumat, 13 November 2015 08:31
PEKERJA MIGRAN: Pemerintah Arab Saudi memulangkan sebelas pekerja migran asal Kalimantan Barat yang masuk kategori tinggal melebihi batas visa. Pekerja migran sedang didata di Kantor BP3TKI Pontianak. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Arab Saudi memulangkan sebelas pekerja migran asal Kalimantan Barat yang masuk kategori tinggal melebihi batas visa (overstay). Satu dari sebelas pekerja, memilih melarikan diri dari rumah majikannya, lantaran mengalami penyiksaan.Warniati, pekerja migran asal Pontianak. Bekerja di berbagai sektor, mulai dari pembantu rumah tangga, karyawan di perusahaan pernikahan dan pernah bekerja sebagai penjaga pasien di rumah sakit. “Saya enam tahun kerja di Arab Saudi,” kata Warniati, saat berada di Kantor BP3TKI Pontianak, Kamis (12/11).

Dia mengaku pergi ke Arab Saudi sejak 2009. Ia pergi secara resmi sebagai pekerja. “Perbulan gaji yang saya terima biasanya 1.500 riyal sampai 2.000 riyal. Kalau dirupiahkan bisa enam jutaan perbulan,” ucapnya.Namun, lanjut dia, bekerja di luar negeri ternyata tak seindah yang dibayangkan. Selama 18 bulan sebelum kembali ke Pontianak atau dipulangkan oleh pemerintah setempat, ia menjadi korban penyiksaan oleh majikannya. “Penyiksaan yang saya alami, kepala dibenturkan ke dinding, juga dicekik,” ungkapnya.Karena tak betah dengan apa yang dialaminya, dia menambahkan, akhirnya ia memilih untuk melarikan diri dari rumah majikan. “Waktu melarikan diri, saya dibantu paman dan polisi setempat. Setelah keluar dari rumah majikan, akhirnya saya minta pulang ke Indonesia,” sambungnya.

Warniati mengaku tidak mau lagi bekerja ke luar negeri. Bukan karena takut mengalami penyiksaan, tetapi ia memilih tak ingin jauh dari keluarga. “Anak saya ini, saya tinggal waktu usianya masih delapan bulan. Saya bekerja untuk dia, dan sekarang saya tidak mau lagi jauh darinya,” tuturnya.Kepala Seksi Penempatan BP3TKI Pontianak, As Syafii mengatakan, sebelas pekerja migran yang dipulangkan tersebut karena masa berlaku tinggalnya di Arab Saudi sudah habis. “Mereka ada yang terjaring razia. Ada pula yang kabur dan lari ke penampungan di KJRI,” kata Syafii.

Syafii mengungkapkan sebelas pekerja migran tersebut berasal dari Kubu Raya, Mempawah dan Pontianak. Sudah bekerja di Arab Saudi selama belasan tahun. “Setelah didata dan diberi penyuluhan, mereka akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing,” ucapnya.Dia menjelaskan kepada pekerja migran tersebut, selanjutnya akan diikutkan program pelatihan kewirausahaan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberi keterampilan wirausaha kepada mereka dengan harapan memiliki kemampuan dan tidak kembali lagi bekerja sebagai pekerja migran. “Program ini kami kerja sama dengan beberapa instansi untuk mendukung kegiatan ini. Sejauh ini sudah ada 75 mantan pekerja migran yang diberi pelatihan,” terangnya. (adg)

 

Berita Terkait