Warkop DKI Reborn Sudah Balik Modal

Warkop DKI Reborn Sudah Balik Modal

  Selasa, 20 September 2016 09:34
GEBER TERUS: Para pemeran dan kru Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 bersama pendiri Muri Jaya Suprana (kanan) saat pencatatan rekor di Plaza Indonesia XXI Sabtu malam (17/9). ANDRA NUR OCTAVIANI/JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – Jika di Indonesia ada perhitungan box office, tentulah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 sudah merajai dua pekan terakhir. Jumlah penonton terus melesat. Hingga Sabtu (17/9), film yang dibintangi Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro itu sudah ditonton sekitar 3.735.000 orang. Jumlahnya melampaui penonton Ada Apa dengan Cinta 2 yang membukukan 3.665.509 orang. 

Frederica, produser Warkop DKI Reborn, enggan menyebutkan dengan gamblang nominal pendapatan yang sudah dibukukan. Dia hanya menuturkan, seluruh ongkos pembuatan film sudah tertutupi. ’’Untuk produksi dan promo, sampai sekarang ini, kami sudah mengeluarkan Rp25 miliar. Itu sudah balik modal,’’ ucapnya di sela penyerahan Rekor Muri di Plaza Indonesia XXI pada Sabtu malam lalu.

Setelah balik modal, Frederica menyatakan tidak akan mengendorkan promo meski tanpa itu pun penonton masih terus penasaran dan berdatangan ke bioskop. Dia mengaku akan tetap melakukan promo di TV, sosial media, dan menggelar nonton bareng alias nobar. 

Frederica menjelaskan bahwa nobar bersama para cast dan sutradara menjadi salah satu cara promo yang efektif. Bukan hanya untuk mendongkrak jumlah penonton, nobar juga bisa lebih mendekatkan para bintang film tersebut dengan publik. ’’Biar kita lebih tahu di lapangan juga. Antusiasmenya kayak apa. Enggak hanya tahu di TV,’’ terangnya.

Nobar pun selalu membawa cerita unik bagi para cast. Abimana, misalnya. Dia mendengar para penonton yang mengikuti sesi nobar bertanya-tanya tentang perginya Dono. Padahal, Abi yang berperan sebagai Dono berada tepat di sebelah mereka. ’’Banyak banget yang tanya Dononya mana,” tutur Abimana, lantas tertawa. Penampilan Abimana sebagai Dono memang sangat jauh berbeda dengan aslinya. 

Selain promo, Frederica mengungkapkan bahwa dukungan dari jaringan bioskop terhadap filmnya yang sangat besar menjadi faktor penyebab tingginya jumlah penonton. Direktur Operasional Grup 21 Jimmy Herjanto menyatakan, pihaknya sepenuhnya mendukung film Indonesia. Namun, tidak sembarang film Indonesia yang akan mereka tayangkan. Film-film Indonesia yang berkualitas, bermutu, dan menarik penonton akan jadi prioritas.

’’Dengan film seperti itu, film barat (produksi Hollywood, Red) pun berani kami kalahkan. Contohnya, di Makassar. Ada satu bioskop yang mempunyai empat layar dan semuanya menayangkan film Warkop,” ucap Jimmy. (and/c20/na)

Berita Terkait