Warisan Leluhur Harus Dipertahankan

Warisan Leluhur Harus Dipertahankan

  Jumat, 29 September 2017 10:00
BEDUK SIBANKG: Alat musik semacam beduk berukuran panjang yang disebut sibakng. Keberadaan sibakng turut menjadi sebab mengapa balug dibangun tinggi. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Butuh Bantuan Pemerintah Pusat

BENGKAYANG - Keberadaan rumah adat balug dinilai sangat potensial dalam pengembangan ekowisata di daerah Kabupaten Bengkayang. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkayang Made Putra Negara mengungkapkan, selama ini pemerintah kabupaten mendukung agenda tahunan di Sebujit yang dilaksanakan setiap tanggal 15-17 Juni. Menurutnya, melalui atraksi budaya upacara nyobeng (nibakng), masyarakat bisa memaknai nilai-nilai keyakinan penghormatan terhadap leluhur. Termasuk menghargai perbedaan, solidaritas sosial dan ketaatan terhadap aturan dan adat istiadat.

"Itu semua adalah warisan leluhur yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan, karena budaya merupakan karakter bangsa ini," ujarnya kepada Pontianak Post, Kamis (28/9).

Ia mengakui, masih terdapat banyak kekurangan dalam pengembangannya potensi pariwisata itu. Terutama agar agenda wisata ini bisa diminati semakin banyak pelancong. Salah satunya masalah infrastruktur jalan. Walaupun pembangunan jalan paralel perbatasan sudah dimulai, akses menuju kampung di Kecamatan Siding ini masih terbilang sulit.

"Selain itu perlu juga pembangunan jembatan besar. Ini tidak mampu dibiayai pemerintah kabupaten. Kami mohon bisa dibantu pemerintah pusat," katanya. 

Sehingga, lanjut dia, para wisatawan bisa menjangkau Sebujit dengan mudah. “Biayanya cukup besar untuk sampai ke sana," ucapnya.  

Made berharap pemerintah pusat bisa sharing pembiayaan untuk event-event di sana. Sehingga bisa mendatangkan tamu lebih banyak lagi. 

Sejauh ini, jelas Made, promosi hanya mengandalkan anggaran sendiri yang terbatas. Baru sejak tahun ini, pemerintah pusat mulai memberikan perhatian serius. Yakni memanfaatkan kawasan perbatasan sebagai ujung tombak promosi pariwisata. Dengan sasaran menarik wisatawan luar negeri. 

Ia berharap jalan negara, paralel perbatasan yang sudah mulai dibangun bisa cepat tuntas secara keseluruhan. Lalu yang kedua, harapan terbesar adalah, border Jagoi Babang segera dibuka secara resmi. Karena Jagoi Babang merupakan pintu perbatasan paling dekat dengan Sarawak, dibanding Sanggau dan Sambas.

"Karena border belum dibuka resmi, pemerintah juga susah menghitung jumlah wisatawan luar negeri yang masuk, akibatnya tidak terdata. Kami rencananya juga mau berkomuikasi dngan pihak imigrasi, apa memungkinan dengan kartu pas lintas batas menghitung jumlah kunjungan dari luar," jelas Made.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya mengatakan, Kabupaten Bengkayang yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara Malaysia dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Dan sangat strategis untuk pengembangan pembangunan pariwisata berbasis crossborder.

Apalagi sejak Kemenpar menghidupkan crossborder tahun 2016 yang lalu, wilayah perbatasan menjadi deatinasi yang lumayan bagus. "Belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder," ungkap Menpar Arief Yahya.

Tahun ini crossborder area juga menjadi target perolehan wisman. Karena itu, berbagai event digelar untuk menghidupkan wilayah perbatasan dengan berbagai festival. "Basis budaya itu penting. Ingat, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan," katanya. 

Harapannya wisman di crossborder bisa segera mengangkat perekonomian rakyat, terutama masyarakat Bengkayang. "Perbatasan adalah halaman depan rumah kita, untuk Bengkayang, perbaikan infrastruktur harus dilakukan sambil terus berpromosi yang baik untuk pariwisata perbatasan," tutupnya. (bar)

Berita Terkait