Warga Vietnam Pencuria Ikan Dideportasi

Warga Vietnam Pencuria Ikan Dideportasi

  Jumat, 24 June 2016 09:30
DEPORTASI: Sebanyak 22 deteni dideporasi ke negara asalnya, Vietnam. Mereka merupakan pelaku pencurian ikan yang ditampung di Rumah Detensi Imigrasi Pontianak. RUDENIM PONTIANAK FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK-  Sebanyak 22 warga Vietnam dideportasi, Kamis (23/6). Mengenakan baju kuning, 22 warga Vietnam ini dibawa ke mobil detensi menuju Bandara Supadio Pontianak. Mereka akan diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Airlines menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Kepala Rudenim Pontianak Suganda mengatakan, warga Vietnam itu diberangkatkan dari Pontianak menuju Jakarta pukul 07.25. Kemudian dari Jakarta diberangkatkan ke Ho Chi Min menggunakan pesawat Vietnam Airlines VN 630 pukul 13. 55 dengan didampingi konsul Vietnam dari kedutaan besar negara tersebut.

"Dalam proses pemulangan ini, didampingi oleh petugas Rudenim dari Pontianak hingga Jakarta. Selanjutnya diserahkan ke pihak kedutaan besar Vietnam. Karena kami tidak mungkin melepaskan begitu saja," ujar Suganda kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurut Suganda, pemulangan warga asing ini sudah beberapa kali dilakukan. Bahkan pada 14 Maret 2016 sebanyak dua warga asing juga dipulangkan. 

Pada 28 April 2016, ada 3 warga asing yang dideportasi, 4 Mei 2016 sebanyak 4 orang, 1 Juni 2016 sebanyak 13 orang. "Sekarang sebanyak 22 orang kami deportasi," tegas Suganda.

Dikatakan Suganda, pemulangan atau pendeportasian warga asing ini setelah proses hukum yang bersangkutan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrach. "Prosesnya sudah selesai. Biasanya jika ada yang masih tersandung proses hukum, mereka tidak ditempatkan di Rudenim, tetapi di Lapas hingga proses hukum selesai," pungkasnya. 

Selain warga asing asal Vietnam, dalam waktu dekat ini Rudenim Pontianak juga akan memindahkan 29 warga Afganistan ke Jakarta. "Nanti 28 Juni 2016 kami akan pindahkan 15 warga Afganistan dan 30 Juni 2015 sebanyak 14 orang," katanya.

Menurutnya, pemindahan warga Afghanistan ini setelah yang bersangkutan mendapatkan status refugee (pengungsi). 

Saat ini Rudenim Pontianak dihuni 197 orang, terdiri dari 177 warga Afghanistan, 3 warga Pakistan, 1 warga Myanmar, 1 warga Palestina, 12 warga Thailand, 2 warga Vietnam, dan 1 warga Taiwan.

"Mereka terdiri atas 53 pengungsi dan 129 orang pencari suaka (asylum seeker)," (arf) 

Berita Terkait