Warga Tuntut Percepatan Realisasi JK 3

Warga Tuntut Percepatan Realisasi JK 3

  Kamis, 4 February 2016 10:18
Munir Putra

Berita Terkait

MEMPAWAH- Meningkatnya volume kendaraan menyebabkan kepadatan lalu lintas. Hampir setiap hari wilayah perkotaan dilanda kemacetan panjang. Pembangunan Jembatan Kapuas (JK) 3 dinilai sebagai solusi terbaik untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Warga pun menuntut percepatan pembangunan tersebut.

Wacana pembangunan JK 3 sudah bergulir sejak beberapa tahun belakangan ini. Pembangunannya akan melibatkan tiga daerah yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya (KKR) dan Kabupaten Mempawah. Untuk wilayah Kabupaten Mempawah, titik kordinat pembangunan berada di daerah Desa Jungkat.“Kami sangat berharap pembangunan JK 3 ini dapat segera diwujudkan. Karena, masyarakat sudah lama menantikan keberadaannya. Mengingat, jembatan ini sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat untuk keluar masuk Kota Pontianak,” pendapat Tokoh Masyarakat Kecamatan Siantan, Munir Putra, Rabu (3/2).

Munir menilai keberadaan JK 3 akan menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang terjadi di Kota Pontianak. Sebab, dengan adanya JK 3 maka arus kendaraan yang akan masuk  maupun keluar dari Kota Pontianak tidak lagi bertumpuk pada JK 1 dan JK 2.“Kalau JK 3 sudah direalisasikan, saya yakin masalah kemacetan akan teratasi. Karena bagi pengendara yang datang dari wilayah Pantura tidak lagi melewati JK 1 dan JK 2, tetapi melewati JK 3 untuk masuk ke Kota Pontianak. Selain memangkas jarak, juga lebih cepat,” tuturnya.

Senada itu, Anggota DPRD Mempawah, Darwis, SH, MH mendukung penuh realisasi JK 3. Bahkan dari kacamatanya, pembangunan JK 3 menjadi hal yang sangat urgent untuk segera diwujudkan oleh pemerintah.“Semua pihak sangat mendukung realiasi JK 3 ini. Mudah-mudahan pembangunannya dapat segera diwujudkan dengan baik. Sebab, banyak sekali dampak positifnya untuk masyarakat. Mulai dari mengurai kemacetan, mempermudah akses transportasi hingga mempercepat angkutan barang,” papar Legislator Partai Nasdem itu.

Terkait pembangunan, Anggota DPRD Dapil Siantan-Segedong ini pun menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Mempawah memiliki master plan yang terukur. Sehingga adanya perencanaan yang matang dan terarah.

“Makanya perlu ada master plan sehingga realisasi pembangunan bisa dicanangkan melalui program pembangunan jangka panjang,” sarannya.Dilain pihak, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Mempawah, Irmaina mengaku pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemprov Kalbar terkait realisasi pembangunan JK 3 tersebut. Dalam pembangunannya, pemerintah daerah diminta untuk mempersiapkan lahan.“Kita hanya diminta untuk mempersiapkan proses pembebasan lahan. Sedangkan menyangkut teknis pembangunannya hingga anggaran sepenuhnya ditangani Pemprov. Bahkan, kordinat pembangunannya kita pun belum tahu pasti,” aku Irmaina.

Lebih jauh, dirinya pun berpandangan pembangunan JK 3 akan memberikan kontribusi yang besar untuk peningkatan infrastruktur di Kalbar. Termasuk menjadi solusi dalam mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang selama ini kerap menjadi permasalahan bagi masyarakat pengendara.“Tentu manfaat pembangunan JK 3 ini sangat besar sekali. Terutama untuk mengurai arus kendaraan yang akan keluar dan masuk ke Kota Pontianak. Makanya pembangunan JK 3 ini cukup strategis,” nilainya.

Dari berbagai sumber terpercaya mengatakan pembangunan JK 3 akan dimulai pada tahun 2016 ini. Pembangunan yang digadang-gadang lebih bagus dari Jembatan Tayan itu akan membentang di muara Sungai Kapuas yang berada di kawasan Desa Jungkat. Bentangan jembatan kabarnya akan melewati Pulau Panjang yang ada di Desa Wajok Hilir Kabupaten Mempawah.(wah)

Berita Terkait