Warga Tunggu Fisik e-KTP

Warga Tunggu Fisik e-KTP

  Sabtu, 28 November 2015 08:17

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 6.021 warga Pontianak yang sudah melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) belum menerima fisik KTP-nya. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak beralasan KTP itu masih diproduksi.“Kami masih memproduksi KTP tersebut. Nanti kalau selesai dicetak akan disebarkan ke kecamatan masing-masing untuk dibagikan kepada pemiliknya,” ujar Suparma, kepala Disdukcapil Kota Pontianak, kemarin.
Disdukcapil sudah bisa mencetak e-KTP tanpa harus ke Jakarta. Akan tetapi produksinya terbatas. Kota Pontianak hanya memiliki satu mesin cetak e-KTP yang berkapasitas 50 lembar per hari. “Kami harap masyarakat yang sudah merekam sabar menunggu,” ungkap bekas kepala Dinas Pemuda dan Olahraga itu.

Suparma menjelaskan dalam mencetak e-KTP pihaknya memprioritaskan kepada perekam baru. Akan tetapi bukan berarti perekam lama tidak dicetak. Pihaknya menargetkan akhir tahun ini dapat selesai. “Desember ini kami upayakan dicetak semua,” katanya.Saat ini masyarakat dapat merekam e-KTP di kantor camat masing-masing. Ada enam kecamatan yang melayani perekaman e-KTP. Sebelumnya empat kantor camat tidak dapat melayani perekaman karena peralatan rusak. Warga dari empat kecamatan lainnya harus merekam di disdukcapil. “Sekarang sudah bisa semua. Silakan datang ke kecamatan masing-masing,” tutur Suparma.
Warga Pontianak yang tidak mengantongi e-KTP akan mendapat kesulitan. Pasalnya, terhitung 31 Desember 2015, KTP-KTP format lama tidak berlaku lagi selain e-KTP. Kemudian mulai 1 Januari 2016 Pemerintah Kota Pontianak akan memperketat pengurusan administrasi kependudukan. Bagi mereka yang tidak memiliki e-KTP tidak dapat mengurus administrasi lainnya. “e-KTP itu untuk kepentingan masyarakat juga nantinya. Makanya segera urus,” pinta Suparma.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengultimatum disdukcapil. Dia memberikan tenggat waktu selama satu bulan bagi disdukcapilntuk sesegera mungkin menyelesaikan e-KTP yang sudah dilakukan perekaman data sebelumnya namun hingga kini e-KTP tersebut belum juga dicetak. Sutarmidji meminta, disdukcapil berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dia yakin ada solusi untuk menyelesaikan masalah itu sepanjang dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. “Saya beri waktu satu bulan untuk menyelesaikan ini pada jajaran Disdukcapil. Kalau tidak ada kepastian juga, saya akan lakukan perombakan besar-besaran pada awal tahun depan di jajaran Disdukcapil lantaran membiarkan orang sudah melakukan perekaman cukup lama tetapi belum mengantongi e-KTP,” tegasnya.(hen)

 

Berita Terkait