Warga Temuka 30 Kg Koin Kuno

Warga Temuka 30 Kg Koin Kuno

  Senin, 19 September 2016 09:30
KOIN KUNO: Salah satu warga, Bustami Arifin, memperlihatkan puluhan koin kuno hasil temuannya. Dia bersedia mengembalikan barang berharga tersebut kepada pemerintah, namun dengan kompensasi. DANANG PRASETYO/ PONTIANAK POST.

Berita Terkait

SUKADANA – Salah satu warga Dusun Pasir Mayang, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Bustami Arifin, dihebohkan dengan ditemukannya ribuan koin kuno. Kepingan berharaga tersebut ditemukan di kawasan yang dipercaya puluhan tahun sebagai kawasan bermukimnya orang ghaib atau orang limun.

 
Ia menceritakan, tempat ditemukannya koin kuno tersebut saat ini menjadi kawasan tambang pasir. Dulunya, menurut dia, beberapa lahan tersebut merupakan milik masyarakat, yang kemudian dijual kepada pihak perusahaan. Sekarang ini, dia menambahkan bahwa di sana mulai dikelola perusahaan.

“Saya bekerja di perusahaan AMP, saya sebagai pengawas harian di situ (kawasan tambang pasir), sekitar lapisan 2 meter ke bawah (galian) ditemukan lah bintik-bintik ini (koin kuno). Saya pun tidak menyangka ini koin. Dulu saya dengar daerah itu (penemuan koin) tidak pernah ada jalan, tempat tinggal, jauh dari jangkauan juga. Menurut cerita-cerita orang tua dulu, yang sudah meninggal, dan dari prasejarah pula, itu tempatnya orang limun, orang kebenaran, di situ emang kotanya, dan dulu waktu pembukaan lahan itu, dukun kampung tidak menginzinkan itu (dibuka menjadi lahan),” kata Bustami, Minggu (18/9) di Sukadana.

Ketika melihat ada jenis barang yang aneh, dirinya pun memerintahkan alat berat yang sedang menggali untuk melakukan penggalian ke daerah yang lain. Pada sore harinya, dirinya kembali lagi ke lokasi untuk menggali secara manual. Betapa terkejutnya dia setelah melihat tumpukan koin kuno yang sangat banyak. Bustami kemudian memberitahukan penemuan tersebut ke beberapa rekannya.  

“Saya bilang dengan yang bawa alat jangan gali di sini dulu. Terus, udah alat geser, saya gali, saya bawa ke rumah, saya kasih tahu juga kawan-kawan, ada juga yang ambil sekitar berapa persen. Kalau ditimbang itu berat bekisar sekitar 30 kilo (gram). Tapi saya tidak sendiri, ada empat orang, cuma yang bekapasitas 50 persen cuma saya sendiri,” bebernya.

Beberapa tahun yang lalu, diakui dia, sebelum lokasi milik warga ini dijual kepada pihak perusahaan, salah satu warga  sempat menemukan cangkir di sekitar kawasan tersebut, namun tidak diambilnya. Menurut cerita turun temurun, Bustami meyakini barang-barang ghaib yang pernah ditemukan biasanya karena sudah bersentuhan dengan besi, sehingga dapat dilihat kasat mata.

“Dulu sebelum lahan itu digarap, masih dengan menggunakan alat manual, Pak Jamhuri (salah seorang warga, Red) juga pernah menemukan cangkir, cuma dia tidak diambilnya, dibiarkannya saja gitu. Berdasarkan prasejarah, tempat-tempat orang limun gitu pasti ada barang-barang gini, cuma kita tidak bisa melihat. cuma ini (uang kuno) karena sudah tersentuh besi, tidak bisa hilang dia,” ungkapnya.

Kalaupun diminta pemerintah daerah untuk menyerahkan koin kuno tersebut, dirinya siap mengembalikannya. Namun dia jugas berharap ada sebuah imbalan yang setimpal untuk usahanya menemukan barang berharga tersebut. “Kalaupun ada pihak yang berwajib yang menangani ini, pemerintah misalnya, kami juga ingin pemerintah memberikan imbalan, karena kami tidak menjarah, kami menemukan, jadi harus ada kompensasinya,” tutupnya. (dan)

 

 

Berita Terkait