Warga Tambelan Sampit Tanam Sayuran Hidroponik

Warga Tambelan Sampit Tanam Sayuran Hidroponik

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:33
HIDROPONIK: Salah satu warga Tambelan Sampit yang menerima kit hidroponik. FOTO AGUS SULAIMAN

Berita Terkait

MELALUI program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Tanjungpura, warga Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur melakukan budi daya tanaman sayuran dengan metode hidroponik. Program ini awalnya diusulkan dua orang dosen Untan yakni Irfana Diah Faryuni SSi MSi dan Joko Sampurno SSi MSi.

Usulan tersebut kemudian disetujui dan dibiayai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguat Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat nomor : 022/SP2H/PPM/DRPM/II/2016, pada 17 Februari 2016. “Sejak beberapa tahun terakhir, pertanian dengan sistem hidroponik mulai dikenal dan digemari sebagian warga Pontianak dan hidroponik menjadi alternatif bertani di lahan dan air yang terbatas atau lahan yang tidak subur,” kata Irfana Diah Faryuni.

Apa itu Hidroponik? Hidroponik jelas Irfana, adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. “Selain sebagai hobi, hidroponik memiliki prospek bagus untuk dikembangkan sebagai bisnis. Selain untuk dikonsumsi sendiri, bila stok sayur yang diproduksi terpenuhi, sayuran bisa dipasarkan ke supermarket,” katanya.

Untan melalui LPPKM dalam program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) sambung Ibu berjilbab ini, telah melaksanakan program bercocok tanam dengan metode hidroponik pada RT III/RW VIII dan RT IV/RW VIII Kelurahan Tambelan Sampit. “Sistem yang digunakan pada program ini adalah sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Sistem DFT paling cocok dengan kota Pontianak, karena sistem ini tidak bergantung pada listrik sepenuhnya. Bila listrik mati tetap ada genangan nutrisi untuk tanaman, dan genangan air yang cukup dapat mengurangi suhu udara yang panas disekitar sistem. Kami membagikan 10 kit hidroponik kepada 10 Kepala Keluarga yang hobi bercocok tanam dan berkomitmen memelihara dan merawat kit yang diberikan,” tuturnya.

Salah satu penerima kit Hidroponik, Ibu Surya mengaku sangat senang mendapatkan kit hidroponik. “Saya sangat hobi bercocok tanam, sehingga dengan adanya program ini saya bisa menyalurkan hobi. Nanti kalau sayuran yang dihasilkan bagus, saya dapat menambah income melalui penjualan sayuran hidroponik ini lewat tim marketing yang ada pada program IbM. Penyemaian telah dilakukan dan sistem telah dibuat. Tinggal menunggu pemindahan ke kit hidroponik. Senang berhidroponik. Go Green,” kata ibu Surya.(d4/ser)

Berita Terkait