Warga Serbu Operasi Pasar

Warga Serbu Operasi Pasar

  Kamis, 28 July 2016 09:30
OPERASI PASAR: Warga Singkawang tampak mengantre dan membeli gula pasir murah dalam operasi pasar gula di Jalan Saman Diman Pasar Beringin Singkawang Barat Rabu (27/7) kemarin yang digelar Induk Koperasi Kepolisian RI (Inkoppol). Hari kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

SINGKAWANG—Ribuan warga menyerbu operasi pasar gula di Jalan Saman Diman Pasar Beringin Singkawang Barat Rabu (27/7) kemarin yang digelar induk koperasi kepolisian RI (Inkoppol), dimana harga gula dijual Rp 12.500 per kg. Tujuan digelarnya operasi pasar ini demi menstabilkan harga gula, dimana harga gula di pasaran sudah mencapai kisaran Rp 17.000-18.000 per kilogramnya.

Ketua Inkppol, Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo mengatakan, peran Inkoppol dalam kondisi saat ini adalah sebagai substansi yang menjalankan perintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan RI untuk ikut turut menstabilkan harga gula di tingkat nasional. “Peran kita disini adalah untuk membantu masyarakat menekan harga jual gula yang saat ini melambung tinggi,” katanya.

Dalam operasi pasar yang gelar, Inkoppol menjual gula pasir Rp12.500 per kilogramnya. Masing-masing warga diperkenankan membeli sebanyak 2 kilogram gula. Untuk harga jual gula di Kalbar dinilainya saat ini sudah sangat tinggi. Perkilogram gula ada yang dijual mencapai harga Rp18.000 bahkan di wilayah pedalaman gula ada yang dijual seharga Rp20.000. "Saya juga dengar dari Bapak Gubernur kalau di pedalaman gula dijual 20 ribu sekilonya,” bebernya.

Mudji Waluyo mengingatkan kepada para pengusaha, khususnya pengusaha gula, agar bisa menjalankan usahanya dengan bijak dan tidak merugikan masyarakat. "Untuk mensejahterakan masyarakat diperlukan peran seluruh sektor, tidak hanya pemerintah, dibutuhkan juga peran dari pengusaha. Boleh kalian mengambil untung tapi jangan berlebihan dan merugikan masyarakat," tegasnya.

Wilayah Kalbar yang secara geografis berdekatan dengan negara tetangga, Malaysia, dikatakan Mudji Waluyo, juga menjadi perhatian pihaknya. Seperti yang diketahui, di wilayah Kalbar acapkali dibanjiri masuknya gula dari Malaysia. “Secara yuridis kita harus saling menghormati hukum masing-masing negara, jika ada gula dari Malaysia yang masuk ke Indonesia secara ilegal itu tentunya salah, tapi jika masuk secara legal, silahkan saja,” tegasnya ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Pemkot Singkawang, Bujang Sukri megucapkan terimakasih atas dipilihnya Singkawang menjadi wilayah pelaksanaan operasi pasar gula yang dilakukan oleh Inkoppol. "Terima kasih telah menempatkan operasi pasar di Singkawang," katanya. Dia berharap, operasi pasar yang dilakukan bisa terua dilakukan di Singkawang. "Saya berharap tidak hanya operasi pasar gula saja, tapi juga operasi barang lainnya yang diperlukan," harapnya.

Sementara itu, perwakilan PT Olam Indonesia, Nugroho Adi Saputro, menambahkan, operasi pasar gula yang dilakukan di Singkawang merupakan operasi pasar kedua yang dilakukan di Kalbar. "Yang pertama kita sudah lakukan di Pontianak," jelasnya. PT Olam Indonesia merupakan produsen gula yang bekerja sama dengan Inkoppol untuk penyaluran gula dalam operasi pasar yang dilakukan di Kalbar. “Yang sudah kita salurkan sekitar 4000 ton. Khusus di Singkawang salurkan 10 ton, diharapkan dengan operasi pasar ini harga bisa turun,” harapnya.

Sukarni, salah seorang warga dari Kelurahan Roban yang ikut mengantre untuk membeli gula mengatakan senang dengan operasi pasar yang dilakukan. “Alhamdulillah dapat dua bungkus ini, harganya jauh dari pasaran, minimal menghemat pengeluaran, kan harga gula di pasar mahal per kilonya,” katanya sambil berlalu menuju sepeda motornya. (har)

Berita Terkait