Warga Protes Limbah PLTU

Warga Protes Limbah PLTU

  Senin, 4 July 2016 09:51
PLTU SUKABANGUN: PLTU Sukabangun yang keberadaannya mulai dituding menimbulkan dampak buat warga di sekitar pembangkit. Salah satunya tanaman warga yang mati karena dituding terkena limbah PLTU. WWW.KABAR65.COM

Berita Terkait

KETAPANG – Penggunaan batu bara untuk sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun mulai berdampak pada lingkungan. Berbagai macam tanaman warga yang berada di sekitar PLTU mati. Hal ini tejadi sejak PLTU tersebut mulai beroperasi sejak beberapa bulan lalu.

Figur muda dari Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Hendri, mengungkapkan bagaimana tidak sedikit tanaman warga, seperti pisang, cabai, serta ubi yang mati karena limbah PLTU. "Tanaman warga di sekitar PLTU daunnya pada kering semua. Pohon pisang dan cabai kering," katanya beberapa waktu lalu.

Iapun berharap ada solusi dari permasalahan tersebut. Dan berharap Pemerintah Daerah dapat menyikapi persoalan ini. "Kita berharap persoalan ini dapat segera diatasi. Harus ada solusi dan jalan keluarnya, kasihan juga masyarakat yang ada di sekitar PLTU," ungkapnya.

Warga yang tinggal berdampingan dengan PLTU, Mardiana (52), mengaku merasakan dampak limbah PLTU, salah satunya mencemari lingkungan dan merusak tanaman. "Sudah lama kondisinya seperti ini. Tanaman banyak mati. Penyebabnya mungkin karena uap air dari PLTU yang asin. Dulu pertama-tama uap air tidak asin. Kita duga karena itu," ujarnya.

Selain berdampak pada tanaman warga yang layu bahkan mati, iapun menduga akibat pencemaran limbah PLTU kesehatan keluarganya yang tinggal di sekitar PLTU ikut terganggu. Sejak PLTU beroperasi anaknya sering diserang pilek. "Dampaknya juga mengganggu kesehatan. Anak saya sering pilek," keluhnya.

Selain keluhan terhadap dampak-dampak tersebut, diakuinya kalau dampak lain dari PLTU sendiri timbulnya polusi suara atau kebisingan yang terjadi siang dan malam yang menganggu keternangan keluarganya. "Terlebih kalau malam hari mau istrahat, suaranya menganggu karena bising," ujarnya. (afi)

Berita Terkait