Warga Pendatang Wajib Lapor

Warga Pendatang Wajib Lapor

  Jumat, 29 January 2016 09:21
DIPULANGKAN: Warga eks Gafatar ketika dipulangkan dari Kayong Utara menuju Pontianak selanjutnya dipuulangkan ke daerah asal mereka. DANANG PARSETYO/Pontianak Post

Berita Terkait

TELUK BATANG--Camat Teluk Batang, Lilik Hariadi, SAg beserta staf dan Babinkamtibmas beserta Satpol PP turun ke Desa Banyu Abang, belum lama ini guna melakukan kroscek terhadap sejumlah warga pendatang yang tergabung sebagai organisasi eks Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara)

 “Kita bertemu langsung bersama kepala desa setempat, Kepala Dusun, Ketua RT juga masyarakat yang bersangkutan. Setelah kita kroscek, ternyata mereka hanya berkunjung ke rumah kerabat,” kata Lilik.Belakangan, lanjut Lilik,  ini di Kabupaten Kayong Utara sedang hangatnya eks Gafatar. Seperti diketahui, eks Gafatar yang bermukim di sejumlah wilayah di Kecamatan Sukadana dan Kecamatan Pulau Maya telah dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

 “Sehubungan dengan eks Gafatar ini, makanya kita akan selalu melakukan kroscek jika ada pendatang baru. Setidaknya kita ingin tahu apa tujuannya datang. Sedangkan, yang datang ke Banyu Abang kemarin itu, warga dari Kubu Raya yang kerjanya sebagai sales indovision, mereka berkunjung ke rumah kerabatnya sudah seminggu namun belum lapor ke aparatur desa setempat,” terangnya.Menurut Lilik, hal ini tentunya sangat penting guna meningkatkan kewaspadaan, agar tidak menyusahkan nantinya. “Karena, kita mencegah lebih baik ketimbang pada mengobati,”katanya.

Antisipasi yang  telah dilakukan Camat Teluk Batang tentunya, disambut positif warga. Seperti diungkapkan tokoh masyarakat Kayong Utara, Baharudin.Menurut Bahrudin, belakangan ini warga masyarakat di tingkat desa memang harus waspada dengan warga pendatang. Apalagi, sejak hangatnya berita seputar eks Gafatar yang ternyata hampir 2.000 warga eks Gafatar berada di Kayong Utara. “Alhamdulillah, karena masyarakat dan pemerintah daerah sudah mengambil langkah tepat dengan mengembalikan mereka (eks Gafatar) ke daerah asalnya masing-masing,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait