Warga Minta Periksa Jalan GOR

Warga Minta Periksa Jalan GOR

  Sabtu, 6 February 2016 10:34
JALAN: Warga Trans Rangkang Sumardi meminta jalan menuju gedung olahraga dan stadion olahraga diperiksa oleh penegak hukum. FOTO AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Sejumlah masyarakat meminta pembangunan jalan menuju gedung olahraga (GOR) diperiksa pihak penegak hukum di Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.Nilai anggaran yang dihabiskan cukup besar. Hasil pekerjaan diduga tidak sesuai fakta di lapangan. Pekerjaan jalan hanya ditembok dengan tanah kuning bercampur batu dan pasir.

Sumber dana yang dihabiskan mencapai Rp980 juta di tahun anggaran 2015. Namun hasil pekerjaan tersebut tidak diaspal. Hanya bentuk jalan saja yang berubah karena adanya pelebaran."Sebelumnya bangunan jalan menuju gedung olahraga tidak jauh berbeda. Hanya ada tambahan pelebaran jalan dan penimbunan,"ungkap Warga Trans Rangkang Sumardi, Jumat (5/2) kepada media ini.Dia mengira selama ini proyek jalan menuju gedung olahraga akan diaspal oleh pemerintah daerah. Tetapi fakta di lapangan bangunan jalan tersebut tidak diaspal dan hanya ditimbun tanah kuning bercampur batu dan pasir.

Ia menuturkan selain adanya pelebaran dan penimbunan jalan. Proyek kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkayang juga membangun drainase di pinggiran jalan menuju gedung olahraga dan stadion olahraga Kabupaten Bengkayang."Pembangunan jalan di sini masih belum maksimal. Masih banyak yang perlu dibenahi. Supaya jalan di Komplek Kantor Bupati, GOR dan Stadion Olahraga bisa tertata lebih baik," imbuhnya saat menujukan hasil pekerjaan jalan di lapangan.

Tokoh Masyarakat Bengkayang Yushenderi (49) menambahkan jalan menuju stadion olahraga dan gedung olahraga perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut dari pihak penegak hukum. Dikarenakan pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spek pekerjaan di lapangan."Kami minta pihak terkait memeriksa terlebih dahulu pekerjaan jalan menuju gedung olahraga dan stadion olahraga. Jangan sampai pekerjaan jalan di sini lolos dari pantauan petugas terkait,"terangnya.

Dia menyatakan semua bangunan jalan di sini milik pemerintah daerah dan menggunakan anggaran negara. Seharusnya pihak terkait memeriksa dengan penuh tanggungjawab. Jika diperlukan adanya tim gabungan dari Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung.Ia mengharapkan kepada penegak hukum bisa memahami kondisi pembangunan yang terjadi di Kabupaten Bengkayang. Diantaranya banyak bangunan megaproyek yang selama ini terbengkalai karena tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

"Banyak megaproyek yang terbengkalai dan perlu perhatian khusus dari penegak hukum dan pemerintah terkait. Seperti bangunan rumah sakit umum daerah, bangunan Rumah Dinas Bupati, bangunan Gedung Olahraga, Border Jagoi Babang, bangunan Stadion Olahraga dan Taman Hijau Sekayok," ungkapnya. (irn)

Berita Terkait