Warga Malaysia Divonis Seumur Hidup

Warga Malaysia Divonis Seumur Hidup

  Sabtu, 24 September 2016 09:30
VONIS. Ong Bok Seong alias Uncle Ong divonis seumur hidup pada persidangan di PN Sanggau, Jumat kemarin.

Berita Terkait

SANGGAU - Majelis hakim yang diketuai Didit Pambudi menjatuhkan vonis seumur hidup atas terdakwa Ong Bok Seong alias Uncle Ong, warga jiran penyelundup narkotika jenis sabu 11,254 kilogram, Jumat (23/9). Uncle Ong bahkan sampai terkecing-kencing setelah divonis seumur hidup. Sedangkan rekannya asal Indonesia, Abang Hendry Gunawan divonis 13 tahun penjara.

 
Vonis  tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menuntut terdakwa hukuman mati. Ketua majelis, Didit Pambudi didampingi hakim John Malvino Seda Noa Wea selaku hakim anggota I dan Maulana Abdillah selaku hakim anggota II menjatuhkan vonis seumur hidup dengan sejumlah pertimbangan.

Dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Ong Bok Seong alias Uncle Ong anak dari Ong Tong Hu terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana secara melawan hukum melakukan permufakatan jahat membawa narkotika golongan I bukan tanaman melebihi 1 kilogram sebagaimana dalam dakwaan Primer Penuntut Umum.

Terhadap putusan majelis hakim, Uncle Ong menyatakan tidak akan mengajukan banding dan menerima vonis yang telah dijatuhkan.

Sementara itu, terhadap terdakwa Abang Hendry Gunawan divonis selama 13 tahun dan pidana denda sebesar  Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan.

Kedua terdakwa diberikan waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir atas putusan yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim. 

Penasehat hukum kedua terdakwa, Munawar Rahim saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa kliennya atas nama Uncle Ong menyatakan menerima putusan majelis hakim. Sedangkan Abang Hendry Gunawan masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

“Saya sependapat dengan putusan hakim dan menilai putusan hakim sudah sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Tapi kami masih ada tujuh hari untuk menentukan sikap atas putusan tersebut. Kita lihat saja nanti,” katanya.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) melalui jaksa Ulfan Yustian Arif yang ditemui usai persidangan menyatakan masih pikir-pikir dengan kemungkinannya melakukan banding. JPU beranggapan hukuman yang dijatuhkan terhadap keduanya masih belum memenuhi rasa keadilan.

“Kami masih pikir-pikir atas vonis hakim. Kemungkinan kuatnya akan mengajukan banding. Kami beranggapan vonis majelis hakim belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Ong Bok Seong dan Abang Hendry Gunawan ditangkap oleh Petugas Bea Cukai di Entikong yang saat itu melakukan pemeriksaan rutin di pintu lintas batas. Dua orang tersebut menggunakan mobil dan hendak menuju Kota Pontianak. Melalui pemeriksaan x-ray, petugas mencurigai ada barang yang tidak dibenarkan sehingga dilakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan itu, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik aluminium foil dan disimpan pada CPU, speaker dan dongkrak yang ada di bagian belakang mobil. Kemudian ditemukan juga pada persneling, jok penumpang dan sopir serta dashboard dengan total keseluruhan lebih dari 11 kilogram.

Dari penangkapan tersebut disita sabu yang dikemas dalam berbagai paket yakni satu bungkus aluminium foil berisi sabu dengan berat bruto 1071,0 gram, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 1022,7 gram, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 923,4 gram, satu bungkus aluminium foil  berisi sabu 969,8 gram, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 980,4 gram.

Kemudian, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 1076,0 gram, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 1063,5 gram, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 1071,7 gram, satu bungkus aluminium foil berisi sabu 1018,0 gram, satu bungkus plastik transparan berisi sabu 1008,6 gram, satu bungkus plastik transparan berisi sabu 1019,7 gram dan satu bungkus plastik transparan berisi sabu 29,9 gram. (sgg)

 

 

Berita Terkait