Warga Keluhkan Marka Jalan

Warga Keluhkan Marka Jalan

  Jumat, 7 Oktober 2016 08:28

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sejumlah masyarakat pengguna jalan umum mengeluhkan tidak adanya marka jalan di Jalan Raya Bengkayang, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Marka jalan raya ini sudah lama tidak mendapat perawatan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Akibatnya aktivitas pengguna jalan menjadi terganggung saat melintasi jalan raya lintas negara tersebut.

“Pengguna jalan merasa terganggu tidak adanya marka jalan raya. Akibatnya kendaraan melintas dengan seenaknya tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu-lintas di jalan raya,” ucap Warga Kecamatan Singkawang Timur Antoni, Kamis (6/10) saat melintasi jalan raya lintas negara.

Dia mengatakan marka jalan sangat banyak manfaatnya bagi pengguna jalan raya. Terutama pada malam hari, marka jalan bisa menjadi petunjuk arah bagi pengguna kendaraan sepedamotor maupun kendaraan mobil guna menghindari kecelakaan lalu-lintas di jalan raya.

Ia menuturkan selama ini tidak ada marka jalan raya. Kecelakaan lalu-lintas sering dialami pengguna jalan raya. Seharusnya ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menfasilitasi marka jalan di Jalan Raya Bengkayang, Kecamatan Singkawang Timur. 

“Kami minta kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat membangun marka jalan raya status jalan lintas negara. Ini sangat penting demi menghindari kecelakaan lalu-lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan,” tutup ayah tiga anak tersebut.

Sementara Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Singkawang Jarvid menanggapi tentang permasalahan marka jalan lintas negara yang berada di Jalan Raya Bengkayang, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang. “Marka jalan status jalan lintas negara bukan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Tetapi ini menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Jika ingin mengkonfirmasi silakan hunbungi langsung pemerintah pusat,” cetusnya dihubungi media ini.

Dia menyampaikan pihaknya sudah berupaya mengajukan marka jalan raya lintas negara kepada pemerintah pusat. Namun tidak ditanggapi pemerintah pusat dengan baik. Akibatnya marka jalan tersebut belum dibangun sama sekali karena harus menunggu anggaran daripusat yang tidak kunjung terpenuhi oleh pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan pengajuan marka jalan lintas negara sudah pernah disampaikan kepada pemerintah pusat. Namun pengajuan pembuatan marka jalan ditolak. Hingga sekarang jalan raya lintas negara yang menjadi wewenang pemerintah pusat banyak tidak memiliki marka jalan dilingkungan masyarakat daerah di Kota Singkawang. “Pembangunan daerah menjadi terhambat. Karena jalan raya lintas negara berda dinaungan pemerintah pusat. Jika pengajuan perbaikan marka jalan ditolak yang merima dampaknya bukan pemerintah pusat. Tetapi pemerintah daerah kita sendiri yang harus menanggungnya,” tutup Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Kota Singkawang. (irn)

Berita Terkait