Warga Kehabisan Air Bersih

Warga Kehabisan Air Bersih

  Rabu, 10 Agustus 2016 10:14
ANGKUT TEMPAYAN: Sebuah motor air dengan angkutan penuh tempayan menyusuri anak sungai Sambas. Di pedesaan, kebutuhan air bersih dipasok dari air hujan yang ditampung. ISTIMEWA

Berita Terkait

SAMBAS - Hujan yang tak kunjung turun, membuat cuaca di Kabupaten Sambas panas. Selain itu, beberapa warga pun mengaku telah kehabisan stok air bersih di rumahnya.

"Kalau hujan lama tak turun, air di rumah habis. Terpaksa membeli untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya untuk memasak dan air minum," kata Wati, warga Sambas, Selasa (9/8). Hal ini memang sering dialami. Ketika hujan tak turun beberapa hari atau yang sekarang ini sekitar satu minggu lebih. Dipastikan air bersih untuk kebutuhan rumah sudah habis.

"Sudah tiga hari lalu, di rumah stok air bersih habis," katanya. Hujan merupakan sumber air bersih bagi beberapa warga di Kabupaten Sambas.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Giri Darmoko dalam rilisnya menyebutkan diperkirakan cuaca hingga Rabu (10/8). Untuk wilayah di Kalbar termasuk Kabupaten Sambas. Pada umumnya berawan. Namun ada beberapa daerah berpotensi hujan dengan intensitas ringan yakni di wilayah Sanggau, Putussibau, Sekadau dan KKR.

Kelembapan udara berkisar antara 24 - 35 derajat celsius. Angin pada pagi hari timur ke barat dengan ketepatan rata 5-15 KM per jam.

BMKG juga memberikan peringatan dini mewaspadai adanya kabut asap pada sore dan pagi hari. Kemudian berdasarkan citra satelit yang ditinjau dari parameter cuaca, beberapa wilayah dataran Kalbar. Sebagaian Kabupaten dan kota aman atau tidak mudah terbakar seperti di Ketapang bagian timur.

Namun minimnya intensitas hujan. Menyebabkan sebagian besar wilayah di Kalbar, mudah dan sangat mudah terbakar (terjadi kebakaran hutan dan lahan).

"Sambas merupakan wilayah berpotensi atau dikategorikan dalam zona sangat mudah terbakar," katanya.(fah)

Berita Terkait