Warga Kali Asin Tutup Jalan

Warga Kali Asin Tutup Jalan

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:48
DITOLAK: Plang penolakan Galian C oleh warga Kali Asin, Singkawang. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKWANG—Puluhan warga Kaliasin kesal dengan masih berlangsungnya galian C di wilayah RT 18, RT 22 dan RT 33 RW 04 Kelurahan Sedau,Kecamatan Singkawang Selatan Rabu (17/8) siang kemarin. Mereka pun memasang plang berisikan penolakan terhadap aktivitas galian C karena dianggap merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat.

 
Ketua RT 022 RW 004 Fu Sin Lung mengatakan masyarakat menolak adanya aktivitas galin C yang berada di wilayahnya. Sebagai aksi nyata penolakan itu, warga memasang plang bertuliskan “Kami Masyarakat Kaliasin/Padang pasir menolak dengan keras kegiatan galian C dalam bentuk apapun” plang ini sebagai bentuk proses sekaligus sikap keinginan warga menutup jalan akses keluar masuk menuju lokasi galian C.

“Intinya warga menolak, dan persoalan ini sudah kami sampaikan ke kepolisian hingga pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Plang berukuran 1x2 meter berlatar belakang Merah-Putih ini dipasang pada ereal jalan pintu masuk dan keluar menuju galian C, bahkan ada plang yang dipasang diatas gunung lokasi galian C.

“Masyarakat menolak soalnya masih ada aktivitas, memang sempat berhenti sebentar jika ada aparat yang datang ke lokasi, namun setelah aparat pergi dua atau tiga hari biasanya kembali lagi ada aktivitas,” ungkap Ketua RT 18 Sau Fung menambahkan. Bahkan sejumlah warga, kata Sau Fung, sudah mengadukan masalah galian C ini ke Wakil Gubernur Kalbar.

“Namun masih ada aktivitas, sehingga warga buatlah plang penolakan ini,” katanya.

ia menambahkan akibat adanya galian C ini lingkungan rusak."Lingkungan rusak, sumber air tidak ada, sungai kali asin kuning tercemar limbag galian C dan tentunya kita khawatir longsong," tegasnya.

Persoalan warga ini direspon Walikota Singkawang Awang Ishak. Ia mengatakan wewenang mengurus dan izin lainya ditangani pemerintah provinsi. “Kita tidak ada lagi kewenangan mengurus galian C, sehingga jika masyarakat ingin demo silakan ke provinsi,” katanya. namun disela-sela sebagian warga sibuk memasang plang penolakan, dua orang warga lainya justru protes, dimana akibat pemasangan plang tersebut akses jalan terhambat. "Jika nanti ada angkutan mau masuk maka jika plang itu menghalangi maka kita geser dulu," kata orang yang tak ingin dikorankan ini. ia mengatakan dikarenakan masih adanya sejumlah meterial seperti batu tertimbun di lokasi galian C dan harus diangkut keluar.

Terpisah, Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa mengatakan persoalan galian C di Kaliasin sudah ditangani Polres dan Polsek Singkawang Selatan. Dimana, kata Kapolres, selama masih belum ada izin operasi maka dilarang melakukan aktivitas galian C. “Kan merusak lingkungan, dan selama belum ada izin tetap dilarang,” tegasnya. Kapolres mengingatkan agar siapapun pemilik, pengelola atau yang bekerja di galian C agar mentaati aturan berlaku.

“Jika izin belum ada dan masih ada aktivitas maka akan kita tindak sesuai aturan,” katanya. (har)

Berita Terkait