Warga Hulu Sungai Datangi DPRD

Warga Hulu Sungai Datangi DPRD

  Kamis, 22 September 2016 10:11
MENGADU KE DPRD: Sejumlah warga yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Kecamatan Hulu Sungai mengadu ke DPRD, terkait pembangunan ruas jalan ke kecamatan mereka yang dialihkan ke lokasi lain. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Protes Pemindahan Lokasi Proyek Jalan

KETAPANG – Tidak puas dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ketapang, puluhan orang perwakilan dari masyarakat Kecamatan Hulu Sungai mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Ketapang, Rabu (21/9) pagi. Mereka menganggap ada yang salah pada pembangunan proyek jalan di daerah mereka.

Perwakilan masyarakat ini memprotes dua proyek pembangunan dan peningkatan jalan Sandai – Senduruhan, dengan masing-masing senilai Rp15,5 miliar dan Rp2,6 miliar. Kedua proyek pengerjaan jalan ini dianggap mereka berpindah lokasi dari titik awal yang telah ditetapkan. Diungkapkan mereka jika lokasi awal rencana pembangunan sebetulnya akan dilaksanakan di kecamatan mereka. Namun kenyataannya, mereka menyayangkan lantaran kedua proyek ini berpindah Kecamatan Sandai. 

"Audensi ini karena kami menduga terjadi penyimpangan pengerjaan ruas jalan ke arah Kecamatan Sandai ke Hulu Sungai," kata perwakilan masyarakat, Susilo Aheng, kemarin (21/9).

Ia menjelaskan, pembangunan jalan seharusnya di dalam wilayah Kecamatan Hulu Sungai. Namun, dia menyayangkan lantaran pada praktiknya pengerjaan dilakukan dari perbatasan Hulu Sungai ke arah Kecamatan Sandai. "Oleh karena itu kami menolak dan ingin tahu apa alasan dipindahkannya lokasi pembangunan jalan ini," jelas Aheng, sapaan karibnya.

Sementara itu, ketua Ikatan Sarjana Hulu Aik, Patrisius Yansen, mengungkapkan bagaimana pembangunan di Kecamatan Hulu Sungai cukup tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Bahkan, ia menganggap jika Hulu Sungai selalu dianaktirikan dalam hal pembangunan. Salah satunya, dicontohkan dia, mengenai pembangunan dan perbaikan jalan.

Tidak hanya baru-baru ini diakui dia, namun kondisi tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun. "Lihat saja bagaimana kesulitan masyarakat Hulu Sungai untuk beraktivitas. Akibatnya, daerah kami menjadi daerah yang merupakan daerah paling terisolir," kata Yansen.

Namun, pada saat ada rencana pembangunan jalan, dia menyayangkan justru dialihkan ke tempat lainnya. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengetahui secara langsung kondisi yang sebenarnya, dengan melakukan audensi ke DPRD Ketapang. "Kita mempertanyakan kenapa pengerjaanya bisa di Kecamatan Sandai, bukan di Hulu Sungai?" ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas PU Kabupaten Ketapang, Donatus, menegaskan jika proyek peningkatan jalan Sandai – Senduruhan sudah dirancang secara teknis sejak awal. Pengerjaanya, dipastikan dia, tidak keluar dari ruas jalan dimaksud, yang melalui dua kecamatan Sandai dan Hulu Sungai. Hal itu, ditegaskan dia, berdasarkan keputusan Bupati.

Ia menjelaskan, keputusan Bupati Ketapang secara administrasi memastikan jika ruas jalan yang akan dibangun itu di Kecamatan Sandai ke Hulu Sungai. "Artinya merupakan satu kesatuan," kata Donatus saat menjelaskan kepada masyarakat dan anggota DPRD Ketapang, kemarin (21/9).

Jika pembangunan proyek itu diletakkan di titik ruas Sandai, jelasnya, maka secara legal formal, yakni administrasi maupun teknis sudah benar. Pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan survei di lapangan sebelum menentukan titik pengerjaan. "Jadi, itu di antara dasarnya mengapa titik-titik pengerjaanya ditentukan," ucapnya.

Kemudian penentuan titik pengerjaan, dijelaskan dia, juga berdasarkan laporan terdahulu terhadap pengerjaan di ruas jalan tersebut. Diungkapkan dia juga ternyata pada 2014 dan 2013 sudah ada pengerjaan di ruas jalan yang masuk wilayah Kecamatan Hulu Sungai. "Makanya titik jalan yang sudah dibangun itu secara pasti tidak dibolehkan untuk dibangun tahun ini. Karena menurut aturan teknis, tiga hingga lima tahun ke depan baru boleh dibangun," paparnya.

Ia menambahkan, jalan yang sudah dibangun bisa dilanjutkan pengerjaannya. Namun, dijelaskan dia bahwa itemnya berupa pemeliharaan rutin khususnya dari Hulu Sungai tersebut. "Maka dari itu kita tentukan titiknya mulai dari pintu batas Hulu Sungai ke arah Sandai dan di Sandai," ucapnya. (afi)

Berita Terkait