Warga Girang, Kini Listrik Sudah 24 Jam

Warga Girang, Kini Listrik Sudah 24 Jam

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

TENAGA AIR: Para TPK dan teknisi saat mengecek kesiapan PLTMH Rantau Bimbun.

 

 

PLTMH Rantau Bumbun kecamatan Kalis, Kapuas Hulu

SELAMA ini, mereka hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Itu pun sebagian masih gelap. Disamping, hanya digunakan saat malam menjelang.

Tapi sejak Sejak Sabtu (22/10) malam mereka sudah memiliki pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dibangun dari dana desa (DD) dan swadaya masyarakat setempat.

Ketua Tim Kegiatan Kerja (TPK) Desa Rantau Bumbun, Ewaldus Marsudi, ditemui koran ini di Rantau Bumbun, Sabtu (22/10) menceritakan bagaimana mereka bisa memilik PLTMH.

“Ini kami bangun dari dana desa, swadaya masyarakat dan bantuan pihak ketiga,” terangnya dengan ramah. Dia mengaku sangatsenang dipenghujung tahun ini masyarakat dusun Ratau Bumbun sudah bisa menikmati listrik.

Marsudi yang didampingi Patrianus Simanto Wakil Ketua TPK dan sejumlah pengurus TPK lainnya memang terlihat sangat senang. Apalagi selama ini mereka hanya bisa menikmati listrik dari pukul 18.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib. Listrik yang bersumberkan PLTD dari perusahaan kayu itu sangat terbatas.Tak heran, ketika ada PLTMH, seperti tumbuh harapan dan semangat baru bagi warga desa.

Dia mengaku dana yang dihabiskan untuk membangun PLTMH Rantau Bumbun itu Rp 417.350.000. itu belum termasuk bantuan swadaya masyarakat dan bantuan pihak ketiga lainnya. Sedangkan untuk pengerjaan bendungan dan lainnya dikerjakan secara swadaya masyarakat.

“Besok (Minggu 23 Oktober pagi) tim dari provinsi dan  kabupaten datang kesini untuk melihat PLTMH ini,” tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Tenisi pembangunan PLTMH Rantau Bumbun dari Jambi yakni Tomo mengatakan. PLTMH tersebut berkekuatan 40 KW yang diperuntukan untuk 60 KK warga dusun Rantau Bumbun.

“Ini cukup besar. Jangankan 60 KK, 100 KK masih bisa,” ucap dia. Ia berharap ketika PLTMH tersebut diserahkan kepada masyarakat, masyarakat dapat merawat PLTMH itu dengan baik.

Tomo yang sudah beberapa kali mengerjakan PLTMH di wilayah Kebupaten Sanggau ini sudah tiga bulan di Rantau Bumbun. Dia mengaku akan pulang setelah pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga selesai. “Saya pulang kalau urusan PLTMH ini benar-benar selesai,”tuturnya. Dikatakan, saat uji coba pertama sukses dan tak ada kendala, semua berkat kerjakeras seluruh warga desa setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kapuas Hulu, Robertus Jantan Gampa mengatakan ada yang PLTMH dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) membantu masyarakat di daerah pedalaman.Adanya potensi anak-anak sungai yang berarus deras dan dapat dibendung untuk dijadikan pendukung PLTMH. Merupakan peluang bagi desa, untuk mendapatkan penerangan listrik.

“Kalau ada potensi sungainya deras dan debit air mencukupi, bisa dibangun PLTMH, seperti kawasan Hulu Kapuas,” terang dia. Hanya saja, kata Jantan, pembangunan pembangkit listrik itu sendiri perlu pengawasan masayarakat. Masyarakat perlu menjaga fasilitas yang sudah ada, agar tak cepat rusak.

“Pembangkit listrik itu untuk kepentingan bersama, jadi harus dipelihara dan dijaga,” tutur dia. (*)

Berita Terkait